Tomi Ramadona

My Notes

Sekoci Perjuangan

Posted by Tomi Ramadona on March 13, 2012 at 10:05 AM


 


Beginikah rasanya kini,

dunia yang dulu ku pandang luas,

tiba-tiba menyempit tak terkira

asing ditengah hiruk-pikuk primordial..

apa yang harus ku lakukan

ketika segenap usaha tak terbalaskan..

menjadi debu, hilang dan melayang.

 

Bukan,

bukanlah keluhan yang menyesakkan

tapi, ingin sekali ku memastikan

apakah memang begini dunia kini..

ditinggalkan,

terhempas,

menyepi, bak sekoci ditengah samudera.

 

Mereka-pun datang dan pergi

kalaulah kepercayaan mudah diberikan

tentu samudera luas tidak terasa luas

dan jalanan pun tak lagi asing

tapi ini bukanlah perjudian,

Walau jauh di lubuk hati

ingin ku berteriak

memanggil namamu teman..

 

Bukan ,

bukan bumi yang tak berputar

tapi waktulah yang terasa lama

sedangkan dahulu cepat,

dimanakah dulu yang begitu cepat

seakan pergi meninggalkan kejenuhan

 

Dalam pekatnya kini

ku yakin tetap ada pelita

sebab,

selama masih ada hidup

sejauh bumi berputar

walaupun begitu lama

cahaya harapan kan selalu ada..

 

Mereka yang menyandang prinsip

beku dihantam zaman

terkikis roda kehidupan

tapi hidup haruslah hidup

bukan hanya sekedar hidup

karena ini mesti diperjuangkan..

 


Bogor, 13 Maret 2012


Categories: Mozaik Kehidupan

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

2 Comments

Reply Tomi Ramadona
5:32 AM on March 18, 2012 
Terinspirasi dari catatan Ust Rahmad Abdullah.
dan berkaca dari realitas yg terjadi saat ini..
Saat dimana zaman telah berganti,
-------------------------------------------

~ AKU RINDU ~
(alm. Ust. Rahmat Abdullah)

Aku Rindu Zaman
ketika tarbiyah adalah kenikmatan, bukan sekedar sambilan apalagi hiburan,
Aku Rindu Zaman
ketika membina adalah kewajiban, bukan pilihan apalagi beban dan paksaan,
Aku Rindu Zaman
ketika dauroh menjadi kebiasaan, bukan sekedar pelengkap pengisi program yang dipaksakan,
Aku Rindu Zaman
ketika tsiqoh menjadi kekuatan, bukan keraguan apalagi kecurigaan,
Aku Rindu Zaman
ketika tarbiyah adalah pengorbanan, bukan tuntutan, hujatan dan objekan,
Aku Rindu Zaman
ketika hadir tarbiyah adalah kerinduan dan terlambat adalah kelalaian,
Aku Rindu Zaman
ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi dauroh dg ongkos terbatas dan peta tak jelas
Aku Rindu Zaman
ketika seoarang ikhwah benar-benar berjalan kaki 2 jam di malam buta sepulang tabligh dakwah di desa sebelah,
Aku Rindu Zaman
ketika pergi tarbiyah selalu membawa infaq, alat tulis, buku catatan dan qur'an terjemah ditambah sedikit hafalan,
Aku Rindu Zaman
ketika binaan menangis karena tak bisa hadir dalam agenda tarbiyah,
Aku Rindu Zaman
ketika tengah malam pintu diketuk untuk mendapat berita kumpul di subuh harinya,
Aku Rindu Zaman
ketika seorang murabbi sakit dan harus dirawat, para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya,
Aku Rindu Zaman
ketika nasehat menjadi kesenangan, bukan su'udzhon atau menjatuhkan,
Aku Rindu Zaman
ketika kita semua memberikan segalanya untuk dakwah ini,

Aku Rindu Zaman Itu
Yaa Rabb..Jangan Kau Buang Kenikmatan Berdakwah dari Hati Kami,
Yaa Rabb..Karuniakanlah Kepada Kami, Keistiqamahan di Jalan Dakwah Ini.
Reply Tomi Ramadona
10:38 PM on April 10, 2012 
..dan pada hakikatnya,
Dunia tidak berubah, tapi isinya lah yang berubah..
Perputaran waktu tidaklah secepat apa yang dibayangkan, hanya manusia saja yang suka berleha-leha..
Lalu dimanakah kita diantara dunia dan waktu??

Time Like a Sword

Follow me

   
   
    

Upcoming Events

No upcoming events
    Other Links 

Testimonials

  • "Please, give feedback on my site :)"
    Tomi R.
    Site Owner

Space Advertisement