Tomi Ramadona

My Notes

Ekonomi Komparatif

Posted by Tomi Ramadona on January 20, 2012 at 9:00 PM

 


Lebih kurang sembilan tahun sudah kudalami salah satu bidang ilmu yang disebut ‘ekonomi’. Terlepas fokus tidaknya pembelajaran dan pemahamanku tentang cabang pengetahuan ini, yang jelas menurut ku studi ini memiliki ranah yang sangat luas, mempengaruhi segala aspek dimana manusia hidup didalamnya. Sembilan tahun yang kulalui, baik melalui tatap muka formal ataupun informal kandas setelah mengikuti satu hari seminar ekonomi komparatif yang disampaikan Prof.Eriyatno. Dalam diskusi yang beliau sampaikan tergambar jelas bagaimana sistem ini dibangun, ilmu yang memiliki asumsi bahwa manusia adalah makhluk hedonis yang a-sosial yang ingin mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan pengorbanan sekecil-kecilnya..


Semua teori yang ku terima sejauh ini luluh lantah oleh sepotong ayat dalam Quranul Aziz surah Al Baqarah 125 (“...padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”;). Beliau (Prof.Eriyatno, red) melanjutkan bagaimana sistem perekonomian yang dibangun oleh manusia apapun itu bentuknya pada akhirnya akan kandas juga. Sejarah telah mencatat bagaimana runtuhnya sistem komunis kemudian kita lihat saat ini hegemoni sistem kapitalis yang berujung pada kebangkrutan. Maka menurut beliau perlu semacam ekonomi komparatif yang menjadi solusi peradaban dunia. Walaupun tidak secara gamblang beliau menjelaskan bagaimana sebenarnya bentuk ekonomi komparatif itu, tapi aku dapat mendefenisikan tiada lain maksudnya ialah Ekonomi Syariah sebagai basis perekonomian dunia.. Semoga saja harapan ini terkabul, terlebih dahulu Indonesia sebagai primemover global.


Jika melihat ekonomi Indonesia hari ini, apa boleh buat..sistem ekonomi antah berantahlah yang memayungi. Kadang kala kita bisa tertawa akibat ahli ekonom yang diamanahkan rakyat untuk memimpin bangsa ini dengan konyolnya membuat kebijakan (mungkin kita memang diarahkan untuk menertewakan bangsa sendiri..he). Walau pemahamanku masih awam tentang ekonomi, tapi secara logic kita bisa menilai kebijakan model apa yang dikembangkan. Coba lihat saja rencana pemerintah ingin menaikkan harga BBM khusus untuk plat hitam di pertengahan tahun nanti. Jika saja kebijakan ini benar terealisasi bisa dipastikan black market akan terjadi. Angkot atau angkutan umum lain tentu sudah berubah profesi, dari mengejar penumpang kemudian berganti menjadi penimbun BBM. harga BBM subsidi setengah dari non subsidi menjadi pemicunya.. Wah bisa dibayangkan, apalagi dikota ku kini tinggal yakni Bogor, dimana konon 8 dari 10 mobil disini adalah angkot, jadi mereka tinggal berlomba-lomba mengantri di pom bensin/pertamina...Sementara harapan pada para akademisi atau kalangan profesional yang berasal dari institusi pendidikan yang duduk di kabinet pemerintahan, seolah dipaksa untuk membuat kebijakan yang sesuai dengan haluan pemerintah untuk tujuan tertentu, sehingga pada akhirnya meninggalkan prinsip keilmuan dan intelektualitas akademis mereka. betapa miris rasanya..


Semoga saja ekonomi syariah segera tumbuh..


Bogor, 27/2/1433H

 


Categories: OpiniKu

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

2 Comments

Reply Eko Winarso
11:03 PM on February 27, 2012 
Mas Tomi, koreksi sedikit ya. Nama beliau Eriyatno, lengkapnya Prof. Dr. Ir. H. Eriyatno, MSAE - http://tinyurl.com/76pr9vp
Reply Tomi Ramadona
1:29 AM on February 28, 2012 
Ok, terimakasih banyak Mas Eko atas koreksinya,
langsung direvisi dari sblmnya (Prof.Eriatno)..mhn maaf kpd Prof atas kesalahan penulisan nama.
Salam kenal mas, terima kasih.. :)

Time Like a Sword

Follow me

   
   
    

Upcoming Events

No upcoming events
    Other Links 

Testimonials

  • "Please, give feedback on my site :)"
    Tomi R.
    Site Owner

Space Advertisement