Tomi Ramadona

My Notes

Wisata Hati Vol. 2

Posted by Tomi Ramadona on January 4, 2012 at 6:55 PM




"Sebuah Kisah tentang Dha'ful Iman"


Kisah ini menceritakan sebuah fragmen kehidupan seorang sahabat, pada suatu hari sahabat ini di PHK dari tempatnya bekerja, Ia merupakan seorang kepala keluarga dengan istri yang sedang hamil tua. Hari berikutnya sang istri harus dilarikan ke rumah sakit karena gangguan pada kehamilannya. Dari RS itu ia harus dirujuk ke RS yang lebih besar karena kondisinya yang sangat memprihatinkan. Setelah diperiksa, sang dokter memvonis anak yang sedang dikandungnya akan terlahir cacat dengan jantung bocor serta kanker pada bagian otak, usianya pun ditaksir tidak akan lebih 18 hari..

 

Sahabat yang mendapat ujian bertubi-tubi ini tidak kehilangan keimanan. Ia terus berdoa dengan penuh keyakinan, setiap hari ia lalui dengan tegar tanpa mengeluh dan berputus asa.. Akhirnya dihari ke 20 anaknya masih hidup. Setelah melewati masa kritis, beberapa hari kemudian anak itu pun terlahir dengan selamat tanpa cacat apapun..Subhanallah, bertambah kuatlah keimanannya karena rezeki, maut dan kehidupan itu benar-benar ada ditangan Allah.. anak itupun siap untuk dibawa pulang.

 

Seperti kebanyakan orang yang sedang dilanda kerumitan, sahabat inipun tidak sempat memikirkan kartu miskin untuk dapat keringanan biaya pengobatan dan persalinan. Akhirnya ia-pun diminta membayar ganti rugi/ seluruh biaya selama di RS sebelum membawa pulang anaknya. Dalam doa dan ikhtiarnya ia menemui temannya agar dapat membantunya (bagi orang yang beriman, berharap kepada manusia hanya sebatas formalitas ikhtiar setelah menyerahkan keyakinan sepenuhnya kepada Allah). Temannya yang juga tidak memiliki uang yang cukup inipun pergi menjumpai relasinya untuk mengumpulkan uang guna membantu sahabatnya yang ditimpa ujian ini. Terkumpullah uang sebanyak 2 juta rupiah.

 

Kemudian ia berangkat pulang menuju rumahnya dengan membawa uang sebanyak 2 juta itu, walaupun ia tahu uang itu masih jauh dari yang dibutuhkan. Dalam perjalanan pulang yang jaraknya cukup jauh ia sengaja jalan kaki, hampir setengah hari ia lalui dengan berjalan. Dalam perjalannya (dengan modal keyakinan yang tinggi pada Allah) ia membagi-bagikan uang tersebut, sedekah ia tebarkan pada siapa saja yang terlihat membutuhkan di sepanjang jalan. Akhirnya tibalah disebuah Masjid tidak jauh dari rumahnya, uang yang tersisa tinggal 10 ribu rupiah. Dengan doa dan deraian air mata ia kembali mengadu pada Allah, Rabb yang selama ini menjadi sandarannya dalam setiap persoalan. Dalam pengaduannya kali ini ia sampaikanlah bahwa keyakinannya padaNya melebihi keyakinannya pada apapun juga. “Ya Rabb, Tuhan semesta alam.. inilah diriku, inilah perjalananku, inilah keyakinan hidupku dan inilah perjuanganku.,maka saksikanlah!!

 

Masih di dalam pelataran masjid itu, sesaat kemudian datanglah seorang ibu-ibu. Ibu itu bertanya ‘kenapa anda menangis?’ kemudian ia ceritakanlah kisahnya..ibu itu pun berkata, sungguh engkaulah orang yang ku cari-cari dari pagi tadi, orang yang akan menjadi perantara amal ku.. terimalah ini (sambil menyerahkan sekantong plastik merah berisi uang)’langsung seketika ia sujud syukur dan berlari menuju RS sehingga terlupa mengucap terimakasih dan tanpa menghitung jumlah uang yang ada di kantong itu. Diperjalanan ke RS dalam kondisi yang tidak menentu baru terpikir olehnya tadabbur QS Al Fath, terpikir tentang rangkaian ujian yang ia terima, tentang seorang ibu yang belum tentu benar-benar seorang ibu karena bisa jadi malaikat Allah yang datang, dan tentang hikmah kehidupan. Kepada receptionis/adm RS ia sampaikan, hari ini saya ingin membawa anak saya pulang. Saya tidak memiliki uang lagi selain yang ada di kantong ini..silahkan dihitung. Kemudian receptionis menghitung seluruh biaya selama di RS jumlahnya mencapai 27 juta. Dihitunglah semua uang yang ada di kantong tersebut..ternyata pas 27 juta..Subhanallah Allahuakbar!!!

 

QS. Al Fath [1-17]

  • [1] Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata,
  • [2] supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,
  • [3] dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).
  • [4] Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana,
  • [5] supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah,
  • [6] dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang Amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. dan (neraka Jahannam) Itulah sejahat-jahat tempat kembali.
  • [7] dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
  • [8] Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan,
  • [9] supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.
  • [10] bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu Sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. tangan Allah di atas tangan mereka, Maka Barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan Barangsiapa menepati janjinya kepada Allah Maka Allah akan memberinya pahala yang besar.
  • [11] orang-orang Badwi yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan: "Harta dan keluarga Kami telah merintangi Kami, Maka mohonkanlah ampunan untuk kami"; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah : "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. sebenarnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
  • [12] tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.
  • [13] dan Barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya Maka Sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala.
  • [14] dan hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia memberikan ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  • [15] orang-orang Badwi yang tertinggal itu akan berkata apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan[1398]: "Biarkanlah Kami, niscaya Kami mengikuti kamu"; mereka hendak merobah janji Allah. Katakanlah: "Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami; demikian Allah telah menetapkan sebelumnya"; mereka akan mengatakan: "Sebenarnya kamu dengki kepada kami". bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.
  • [16] Katakanlah kepada orang-orang Badwi yang tertinggal: "Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih".
  • [17] tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). dan Barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih.

 

 

Summary

  • Ketika kita memiliki keimanan yang kuat, niscaya Allah akan datang begitu saja..disaat kita tidak memilii apa-apa lagi untuk bergantung,maka sesungguhnya Allah lebih dari cukup..
  • Apa lagi yang kita ragukan pada Allah SWT?? Kita punya kesuitan maka Allah punya jawaban..Maka perdengarkanlah kepada Allah setiap kesulitan karena Allah memiliki segalanya untuk menjawab setiap persoalan..

 

Pertanyaannya, sudahkah dalam hidup kita diuji sedemikian rupa seperti yang termuat dalam kisah ini?, TaPI pertanyaan yang lebih penting ialah SUDAH KAH KITA MEMILIKI KEIMANAN YANG KUAT SEPERTI YANG TERTANAM DALAM HATI SAHABAT INI??...

 



Sebuah kisah nyata dari seorang sahabat yang disampaikan oleh Ustd yusuf Mansur dalam kajian wisata hati..


Bogor, 11 /2/1433 

 


Categories: Lentera Hati

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments

Time Like a Sword

Follow me

   
   
    

Upcoming Events

No upcoming events
    Other Links 

Testimonials

  • "Please, give feedback on my site :)"
    Tomi R.
    Site Owner

Space Advertisement