Tomi Ramadona

My Notes

Maka inilah jawabanku..

Posted by Tomi Ramadona on December 20, 2011 at 11:30 PM



Jangan hanya lihat 'buahnya' saja..

karena ia hasil dari proses yang panjang..

alangkah lebih arif kalau mampu mengenal 'pohon'.

sebab alam telah mengajarkan

cinta akan buah, buah akan habis termakan,

sedangkan pohon masih mampu untuk berbuah kembali.

Maka tiada salahnya memahami filosofi sebuah pohon

perkuatlah akarnya..

perteguh batangnya..

serta perbanyaklah dahannya..

Agar ia mulia dengan buahnya, istimewa dengan rindangnya,

dan sejahtera dengan kokohnya.

..................... 


Bismillah, sengaja saya beranikan diri untuk memposting tulisan ini. bukan perkara mudah memang. melainkan sesuatu yang cukup berat terutama bagi saya sendiri. Tulisan ini tidak lain mengenai kondisi kontemporer yg kali ini menyangkut masa-masa yg ‘rumit'.. Semoga mampu menjawab segala keraguan. Tanpa basa-basi lagi inilah dia sebuah kata yg akan menjadi pembahasan kita kali ini teman..."walimahan".

 

Diskusi, perdebatan panjang, sms, status, dan bermacam bentuk komunikasi lain yang pada klimaksnya bermuara pada topik tadi akhir-akhir ini sering kali saya jumpai. Tidak hanya teman di asrama, di kampus, di kampung, bahkan di negeri seberang, antah berantahlah namanya, pembahasannya berujung ke topik itu saja.. Hmmm..rasanya cukup fair dan realistis ketika kini usia, waktu dan momentum saling berkolaborasi mengantarkan kita pada pembahasan itu.. Juga menurut saya itu bukan perkara yang salah, dilarang atau semacamnya karena memang begitulah kondisinya. Suatu hal yang wajar tentunya selama tidak menyalahi syariah.

 

Ketika teman-teman datang menyindir "udah baca buku ini belum, masa sih belum!..apa g' dipersiapkan" (kalau teksbook yg tebal sejengkal karangan stiglitz, eaton, charles dll sepertinya udah berubah fungsi jadi bantal dikamar). Tapi ternyata buku yg dimaksud adalah...yah g' salah lagi buku-buku wajib persiapan walimahan katanya..tak perlu lah saya sebutkan judulnya satu-persatu..karena sepertinya teman-teman lebih tau..he

Mendengar itu saya hanya bisa tersenyum, terus mesti gimana lagi. Kali ini saya harus sadar bahwa saya sudah ketinggalan ..(gak bisa dikejar pakai KRL commuter line lagi, apalagi pake andong, harus pake Air Bus nampaknya). Belum lagi sindiran-sindiran "proposal udah buat?...pendekatan ke ortu gimana?".. sekalian aja tanya, udah berapa kali jadi panitia walimahan!!! he.hee

 

Teman-teman.. diawal tulisan ini sengaja saya buat sebuah syair yang merupakan "hasil perenungan dipagi hari" (kata-kata dalam kutip tidak lain semacam masterpiece penyair amatiran) Syair itu merupakan inti sari dari sebuah wejangan yg diberikan oleh salah seorang 'guru' saya, semoga Allah merahmatinya.

 

Waktu itu disuatu pertemuan pekanan kami, tiba-tiba muncul pertanyaan dari salah seorang teman..Lebih kurang pertanyaannya begini "apa yang perlu dipersiapkan sebelum pernikahan? dan kira-kira buku apa yang recommended?".. Tanpa perlu kesepakatan, teman tadi menjadi pahlawan bagi kami, dengan segenap kepolosan dan keberaniannya berhasil membuka pintu rasa ingin tahu yang juga ada di dalam hati kami (^_^).


Kemudian dijelaskanlah oleh sang guru dengan bahasa yang santun dan kharismatik :

"Membaca buku atau diskusi juga salah satu hal yang penting untuk persiapan, tapi itu ibarat memberikan 'buah'nya saja, alangkah lebih bijak kalau kita beri buah sekaligus pohonnya langsung. Karena dalam komponen pohon ada akar, batang dan dahan yang membentuknya. Nah sebelum menyempurnakan dien, maka sempurnakanlah separuhnya yang merupakan diri sejatimu”..

 

- Akar itu perlambang mahabbah

Jadi sebelum menuju gerbang pernikahan mesti perlu cinta..bukan hanya cinta sesama insan..tapi tentu saja cinta yang hakiki. cinta pada Allah dan Rasulnya. Ketika kita cinta pada si A karena Allah, maka artinya Allah lah zat semata yang paling kita cintai..apapun yg terjadi pada si A tidak akan merubah kecintaan pada Allah, sehingga tidak akan mempengaruhi visi hidup kita. Dalam konsep mahabbah ini juga terkandung makna Assyahadatain.

 

- Batang berwujud kemandirian dan kemapanan

Dalam konteks ini kita telah mampu menguasai bab manajemen diri, (mengatur,mengelola, mengontrol, membuat keputusan dll) sehingga dalam kehidupannya tidak bergantung lagi sama orang lain. Kemandirian dan kemapanan ini bukan hanya dalam batasan duniawi tetapi juga dalam tataran kemapanan ruhiyah kita. Dalam hal ini termasuk juga bagaimana seseorang mampu menjaga kehormatan dirinya, sehingga amatlah benar kata orang bijak "siapa yang tidak mampu menjaga kehormatan dirinya maka mustahil ia akan mampu menjaga kehormatan keluarganya".

 

- Dahan dapat diartikan tanggung-jawab

Setelah ia memiliki mahabbah dan kemandirian, unsur penting lain ialah tanggung jawab. tentu dalam konteks ini kaitannya bukan bekal sebagai makhluk pribadi lagi. tetapi juga terhadap apa yang menjadi tanggung-jawabnya. Fiddun ya wal akhirah..

 

Ketiga unsur penting itulah yang perlu dilengkapi dengan ranting, daun dan buah. Supaya pohon mampu memberikan kesejukan, kedamaian dan manfaat yang banyak. Wallahualam..

 

So..sudah siapkah anda???

 


Dengan menyebut nama Allah

Atas jiwaku, hartaku dan agamaku, Ya Allah jadikanlah aku ridho dengan apa yang Engkau tetapkan dan jadikanlah barokah apa yang telah Engkau takdirkan, Sehingga tidak kepingin aku untuk menyegerakan apa yang Engkau tunda dan menunda apa yang telah Engkau segerakan.



 


Diantara rimbunnya pepohonan Kota Bogor

26/1/1433

 


Categories: Catatan HarianKu

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

8 Comments

Reply ml
12:49 AM on December 21, 2011 
pendekatan ke orangtua???

saya punya kutipan dari teman..beliau bilang nya begini..
"tenang aja, kalaw ortu udah dikondisikan, libur kemaren iseng iseng nanyain...
..kalau **** nikah tahun depan gimana?? (nama teman sengaja di hilangkan)

trus dijawab orang tua:
..minggu depan juga boleh...haha..

berarti sudah merdeka Indonesia..

hmmm...dengan kata lain si teman tinggal mempersiapkan "akar, batang, dahan dan memberikan buahnya..."

baiklah, akan saya sampaikan kepada teman saya..
terima kasih....
Reply Tomi Ramadona
4:35 AM on December 24, 2011 
Untuk temanku ml (nama ikut disamarkan,walau sbnrnya tau..he)
mksh share infonya,
klw punya pengalaman pribadi soal ini yg bs nambhin inspirasi bolehlah dshare :)
ttp salam untuk temannya..
Mg jd pohon rindang sbg oase ditengah hedonism zaman-
Reply suai
7:19 AM on December 27, 2011 
ha.ha..haa
tidak ku sangka? ternyata!!!..ckckck
sdh pandai ya ckrg,,,
oiYa..dibagian "akar" kok inisialnya 'A' ??
ahAa...janGan2....kwkwkkk

maka sebelum tanam pohon cari lahan dulu bro!...(-,-)
Reply Tomi Ramadona
2:07 AM on December 28, 2011 
tak perlu pake inisial, emailnya udh tertanam dsn..tinggal dilacak..hee (JustkddnG #1..privasi konsumen dilindungi)

o..klw itu rahasia.., yah A itu bs jg singktan dr 'Aisyah' he...jgn tanyakn alasannya..hak prerogatif penulis :) (JustKddng #2)

Tenang aj Bro..bumi Allah ini terlalu luas klw hanya utk sebatang pohon..he
Reply Tomi Ramadona
1:15 AM on January 5, 2012 
http://www.dakwatuna.com/2012/01/17371/ketika-sabar-harus-tak-ter
batas/?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3
A+dakwatunacom+%28dakwatuna.com%29
Reply ego
9:11 AM on January 17, 2012 
kutipan dari seorang teman....
Aku menunggumu, calon imamku...kerana Allah, Ini bukan rajutan perasaan untuk sebuah penantian, mengapa aku berkata seperti ini?Kerana aku tahu,diriku terlalu banyak kekurangan dan
kerananya aku butuh seseorang yg lebih halus utk menaklukkan hatiku yang tegas dan yg lebih tangguh untuk menguatkan hatiku yg lemah,dgn ijin-Nya,aku tahu terlalu banyak yg harus aku perbaiki kerananya aku menunggumu untuk menjadi pendamping hidupku, aku menunggumu untuk lebih membimbingku dgn tulusmu untuk lebih mengajariku dengan sabar hingga kenikmatan imanku terhadapNya semakin dalam dengan ijin-Nya disetiap harinya untuk selama-lamanya..

maka pesan "cinta" untuk perempuan...
jangan di kejar jangan dicari
rawat dan jaga dirimu, sibukkan dirimu dengan hal2 baik...
karena pada saat waktunya tiba, cinta akan datang menemui mu dan memetikmu..
bukan karena cantik rupamu,kepandaianmu,hartamu atau tahta mu
"tapi karena cinta tak mampu hidup tanpa mu"

Jika keyakinan telah terpatri, Insya ALLAH hati akan merasa nyaman dengan segala keputusanNYA
Oleh karenanya sabar harus tetap tak terbatas...

forward teman, plus link ini...kembali memantapkan...
syukron...
Reply Tomi Ramadona
5:46 PM on January 17, 2012 
Subhanallah, saya tidak menyangka akan seperti ini pada akhirnya,banyak inbox yg masuk perihal ini,, Kepada siapa saja yg telah mengenal saya, saya mohon maaf dikala salah dalam menyampaikan, pabila belum pantas dalam menuliskan.. Kepada Allah saya mohon ampun.

Tiada salahnya dalam tulisan ini ingin saya tambahkan sebuah 'true story' yg baru saja terjadi pada seseorang. Barangkali ada hubungannya dg tulisan ini semoga bermanfaat terutama bagi yg terkait didalamnya. Kita umpamakan namanya si 'A' tidak lebih dari 20 hari terakhir dia mendapat semacam taarufan/perkenalan dari 2 orang yg berbeda melalui perantara yg jg berbeda..lalu bagaimana dg jawaban si A, ternyata dalam rencana hidupnya ia memiliki azzam untuk belum memikirkan masalah ini saat ini karena sedang fokus pada penyelesaian satu hal, sehingga rentang waktu yg ckp lama tidaklah ahsan untuk memutuskan menerima ataupun memberikan harapan. Kepada 2 perantara yg datang itu ia jelaskan dg jawaban yg sama tanpa menanyakan siapa orgnya. Saat ini ada baiknya jalani hidup masing-masing biarlah nanti Allah yg memutuskan, serta jangan larut dalam suatu penantian, karena sungguh Allah lebih mengetahui dan tiada yg bisa menjamin kehidupan seseorang. Kalaupun nantinya jodoh maka tidak akan kemana dan itulah suatu keniscayaan.. Terkait kisah ini saya tambahkn kutipan dari link di atas : "yakinlah bahwasanya Allah akan memberikan sesuatu yang kita butuhkan namun bisa jadi bukan yang kita inginkan. Jika keyakinan telah terpatri, InsyaAllah hati akan merasa nyaman dengan segala keputusanNYA".

Jika sekiranya ada kcenderungan pd seseorang, semoga kecendrungan itu bukanlah kpd jasad ataupun figurnya tetapi semoga cenderung pada kekuatan iman dan keindahan akhlaknya. Sehingga siapapun orangnya nanti, suatu penantian tidak akan diakhiri dg kekecewaan. Sungguh Allah lebih mengetahui apa yg terbaik bagi kita..wallahualam
Reply Tomi Ramadona
9:06 AM on February 9, 2012 
Kutipan dari teman..

" Harapan Seorang Ikhwan kepada Rusuk kirinya "

Ya Allah.. Engkaulah sebaik-baik tempat mengadu segala resah diri ,sebaik-baik tempat berkeluh kesah.. Maka izinkanlah aku menyampaikan pesanku kepada dia pasangan hatiku, Sampaikan padanya tentang semua yang saat ini ku rasa..

Assalamu'alaikum rusuk kiriku..???
Apa kabar calon makmum ku??? Wanita pilihan Allah untukku..
Siapa dan dimana engkau aku tidak pernah tahu.
Apakah kamu seorang wanita shaliha,atau seorang wanita yang sedang menyesali dosa-dosanya di masa lampau dan memulai perbaikan,ataukah seorang wanita yang enggan menutup auratnya dan gemar berikhtilat dengan lawan jenisnya??
Jika kau wanita shaliha.. Syukur pada Allah Ta'ala karena menghadiahkan bidadari dunia untuk mendampingi perjuanganku meraih ridha-Nya.
Namun jika kau adalah wanita yang dalam tahap perbaikan,aku pun bahagia sayang..karena dengan begitu aku pun akan mendapatkan Wanita shaliha pula, teruslah berjuang dalam perbaikan, jika tiba saatnya kita di pertemukan dan disatukan dalam ikatan suci, kita berdua akan berjuang bersama memperbaiki kesalahan yang telah lalu..

Namun jika kau adalah wanita yang masih enggan menutup aurat,enggan memperbaiki diri, dan gemar bercampur baur bebas tanpa batas dengan Lelaki, semoga engkau segera bertaubat ya ukhty... kasihanilah dirimu sendiri,engkau permata yang amat berharga jika kecantikanmu tetap kau jaga, jadikan taqwa sebagai pakaianmu dan malu sebagai perisainya.
Jika kau inginku imam yang baik mampukah kamu jadi makmum yang baik??
Ukhty.. tahukah apa yang aku takutkan jika engkau tak bisa menjadi makmum yang baik, bagaimana aku mempertanggung jawabkan kepemimpinanku kepada Allah??

Ukhty..
Sebelum menikah engkau menjadi tanggung jawab orang tuamu.
Namun setelah menikah engkau akan menjadi tanggung jawabku sepenuhnya..
Maka dari itu ukhty, jangan mudah tergoda oleh serigala berbulu domba..
Jangan mudah tertipu bisikan nafsu yang kau sangka bisikan cinta..
Jika Aku adalah calon imammu.. Tidak mungkin aku merusakmu
Karena aku mencintaimu, aku tidak akan mempermainkanmu..
Karena aku mencintaimu, aku tidak akan mengucapkan janji-janji tak pasti..
Karena aku tahu engkau adalah untukku.. Maka, aku hanya akan datang dengan lamaran.. bukan mengajakmu pacaran.
Jangan salah memilih Imam ukhty..

"Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu,namun itulah pilihan-Nya,pilihan-Nya adalah yang terbaik untuk kita. Mungkin kebaikan itu tidak pada wanta yang terpilih itu melainkan jalan yang kita pilih, atu mungkin kebaikan itu tertletak pada kesabaran dan keikhlasan kita menreima segala Ketentuan-Nya"

di dedikasikan untuk calon bidadari

Original created by : Ameera 'Afya' Nurjannah

Time Like a Sword

Follow me

   
   
    

Upcoming Events

No upcoming events
    Other Links 

Testimonials

  • "Please, give feedback on my site :)"
    Tomi R.
    Site Owner

Space Advertisement