Tomi Ramadona

My Notes

The story so far .

Posted by Tomi Ramadona on May 1, 2012 at 7:50 PM

Dok Pribadi: Sudut Kota Padang dari Jebatan Siti Nurbaya


Tumbuh seperti benih

Seperti halnya perjalanan-perjalanan sebelumnya, kini tepat rasanya kugambarkan mozaik ini dengan bait hijjaz:

Kau terdengar kicauan beburung

Yang menyanyi di dada pelangi

Kau menggapai awan dilangit memutih

Dirimu lebur dimamah mentari

Kau impikan harapan menggunung

Di lorong hanyir kehidupanmu

Kau hirup sari madu bunga beracun

Mewarnai dunia misteri mimpimu

Kau calari setangkai hati ibunda

Yang meniti di bilahan hari-hari

Kau hitamkan wajah ayahanda

Yang mengharapkan sinar kehidupan

Barangkali karena tiada yang sanggup menemani, hingga perjalanan kali ini pun aku harus jalan sendirian (seperti lagu Iwan Fals saja..hee).namun itu tidak masalah bagiku. Di Kota ini, aku memiliki seorang guru, namanya Bpk M. Yatim, Beliau tinggal tidak jauh dari jembatan Siti Nurbaya, warga sekitar mengenalnya dengan sebutan ‘Uncu Amaik’.

Seorang yang memiliki wawasan dan komitmen hidup. Setiap kali ada kesempatan untuk ku temui, filosofi hidup yang beliau sampaikan selalu menjadi pelipur dahaga disaat dunia terasa semakin kering dan memanas.

Dari beliau pulalah aku memahami falsafah hidup ini, bahwa semua teori terkait adat, petuah, syarak semua mesti dihayati hingga memberikan manfaat dalam prakteknya..

Pada kesempatan bertemu beliau kali ini, aku ingin menjernihkan perspektifku terkait kelembagaan dan kultur masyarakat sehubungan dengan penelitian yang sedang dibangun.

Dengan segala pengalaman dan wawasannya membawaku pada sebuah teori adat “Alam takambang manjadi guru”. Ternyata konsep mitigasi bencana telah ada dalam kearifan lokal daerah ini, aku seperti bukan orang Minang saja lupa akan tambo nagari..(Bahwa segala sesuatu yang ganjil di alam ini merupakan suatu tanda, dari tanda itulah kita belajar dan mengambil sikap) dan dari beliau jugalah aku baru mengerti akan semboyan “Lauik sakti, rantau batuah”..

Setelah memenuhi semua keingintahuan ku, seperti kebiasaannya..Beliau senang sekali memberikan siraman rohani yang bersandar pada syarak dan pengalaman2nya. Barangkali adalah salah satu sifatku sebagai pendengar yang baik, aku sangat senang mendengar cerita2 dari sesepuh-sesepuh dan orang-orang tua yang sudah kaya akan pengalaman hidup. hingga di Bogor sekalipun, aku memiliki kenalan sepuh yang suka berbagi cerita.

Aku mengenal Bpk Yatim, sebagai sosok tokoh di masa kini yang memiliki komitmen untuk menghasilkan generasi yang lebih baik, walaupun latar belakang beliau bukan dari kalangan menengah keatas, tapi bagiku beliau lebih mulia dibanding tokoh yang memiliki segala materi, kedudukan dan pendidikan tinggi tapi cendrung lebih hedon dan individualistik..tidak mengenal visi tumbuh seperti benih, dari benih menghasilkan tanaman masa depan yang akan kokoh dan berkembang, akar kuat daun menjulang, yang akan memberi manfaat tak terhingga pada suatu masa nanti..bersambung


Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus,

11 Jumadil akhir 1433H



Categories: Catatan HarianKu

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments

Time Like a Sword

Follow me

   
   
    

Upcoming Events

No upcoming events
    Other Links 

Testimonials

  • "Please, give feedback on my site :)"
    Tomi R.
    Site Owner

Space Advertisement