Tomi Ramadona

My Notes


  " Ajarilah anak-anakmu Menulis" (Umar R.A).

Dari seorang guru, "Melalui tulisan kita dapat berbicara dan dengan tulisan pula kita mampu mengerti, memahami dan memberi pengaruh".

Other than on this blog, the writing is also published on the portal :  http://www.kompasiana.com/tomiramadona

view:  full / summary

disaat SUARA HALUS MENGGEMA

Posted by Tomi Ramadona on September 4, 2012 at 8:50 AM Comments comments (1)


Bukan bermaksud menyakitimu kawan,

tak ingin kuhancurkan persahabatan ini melalui sebuah harapan..

suara menggema, ketika salam persahabatan ditanggapi berlebihan,,

dan dengan cepat ilusi bekerja, akhirnya semua diluar kenyataan..

Sungguh masa depan itu masih jauh,

dan tentunya kita, tak ingin saling menyakiti

menggantungkan janji..meneteskan harapan..dan mencari kesempatan.

 

Maka dari itu kawan,

sejenak ingin kurangkai sebuah kata..

bahwa keyakinan dan kepercayaan itu bukanlah untuk manusia,

tapi sandarkanlah pada yang menciptakan manusia..

antara harapan dan kenyataan... ada niat, ikhtiar,dan takdirNya

ketika kesungguhan itu datang, maka azam akan lebih cepat dari ilusi..

dan saksikanlah..kawan

bahwa aku hanya seorang manusia biasa..

 

Ya Allah, karuniakanlah kepada kami kecintaan kepadaMu,
kecintaan kepada orang yang mencintaiMu dan kecintaan
apa saja yang mendekatkan diri kami pada kecintaanMu.
Jadikanlah Dzat-Mu lebih kami cintai
dari pada air yang dingin bagi orang yang dahaga.


Bogor, September 2012




The story so far ...

Posted by Tomi Ramadona on June 2, 2012 at 11:20 PM Comments comments (0)


Setangkai serumpun


Alhamdulillah episode perjalanan riset di Padang telah rampung, sebuah perjalanan yang menguras energi tapi mengurai banyak makna. Amatlah banyak hikmah dan kenangan yang hadir. Diawali ketika saya menginjakkan kaki di PPS, bertemu dengan pak Rudi yang tak lain adalah kepala pengembangan, suasana kekeluargaan pun langsung cair di hari pertama itu. Sungguh luar biasa sambutan yang diberikan, tak jauh berbeda halnya dengan pimpinan lain, Pak Priyagus dan Bapak Asifus kepala pelabuhan. Ketika diawal cerita saya ikut kampanyekan kita satu visi dalam membangun kelautan tapi pada akhirnya saya baru sadar ternyata kita juga satu visi sesama muslim..Sambutan hangat juga hadir di Loka riset LPSDKP. Fasilitas berupa rumah dinas di PPS dan ruang kerja di LPSDKP serta berbagai kemudahan lain menambah kenyamanan riset ini. Pegawai dan karyawan yang umumnya berasal dari tanah Jawa dan Medan ini begitu ramah, baik dan sangat apresiatif. satu bulan yang ditargetkan pun Alhamdulillah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Akhirnya sampailah di hari terakhir, cukup berat meninggalkan lokasi ini, namun target baru telah mananti..(The End).




Bogor, 13 Rajab 1433 H


The story so far ..

Posted by Tomi Ramadona on May 9, 2012 at 9:30 PM Comments comments (0)

Kokoh bagai karang

Di ujung geladak tepatnya di palka atas kapal long line berukuran 60 GT, ku temui sosok ABK berusia 48 tahun. Bapak 7 orang anak ini telah 14 tahun menekuni usaha sebagai ABK di kapal pemburu tuna ini. Banyak kisah yang beliau utarakan, sebagai pria kelahiran dan menetap di Sumbawa ini pasang surut kehidupan telah mewarnai perjalanan hidupnya selama ini.

Sebagai seorang ayah dan juga kepala keluarga, tentunya saat-saat berjumpa keluarga merupakan momen istimewa yang selalu dirindukan. Namun kesempatan ini tidak datang dengan mudah, kapal long line adalah jenis armada yang sekali melaut menghabiskan waktu sekitar 6-9 bulan. sementara waktu mendarat untuk istirahat dan perbekalan hanya sekitar 1 minggu, waktu inilah yang kebanyakan dihabiskan ABK untuk berlibur, bertemu keluarga dan sebagainya.

Namun pilihan hidup ini adalah sebuah keniscayaan, sebagaimana setiap pilihan menuntut konsekuensinya sendiri. Tantangan lamanya waktu melaut, resiko keselamatan dan upah yang sangat tidak sepadan harus dikalahkan demi pilihan ini. Harus mengokohkan hati, membulatkan tekad sebab hidup haruslah diperjuangkan.

Inilah gambaran umum nelayan perikanan tangkap. terombang ambing, terhempas tak berdaya. Kebanyakan mereka berasal dari tanah Jawa dengan usia rata-rata masih sangat muda. Dengan upah sekitar 25 ribu perhari, harus melawan ganasnya gelombang dan badai dilautan. Sementara itu, masih dalam satu bahtera yang sama namun di sisi yang berbeda, adalagi kalangan pengusaha dan mereka yang menamakan dirinya birokrat pemerintah pengambil kebijakan bergelimang harta dengan hasil ekspor tuna ini, yang tidak lain adalah hasil keringat, cucuran air mata dan tetesan darah para pahlawan devisa di lautan. Mereka hidup dengan nyamannya tanpa ada resiko sebanding yang mengancam. Seekor tuna (mata besar/sirip kuning) kualitas ekspor untuk sashimi di Jepang dengan bobot sekitar 35-45 kg, dihargai 4-6 juta atau harga saat ini 110rb/kg. Sebuah nilai yang fantastis tentunya.

Sering ku berpikir, lalu sebenarnya kebijakan yang dibuat itu untuk siapa?? Dimana mereka yang katanya memperjuangkan nasib rakyat..

 

Nenek moyangku orang pelaut

Gemar mengarung luas samudera

Menerjang ombak tiada takut

Menempuh badai sudah biasa

Angin bertiup layar terkembang

Ombak berdebur di tepi pantai

Pemuda berani bangkit sekarang

Ke laut kita beramai-ramai

 

 

Padang, 10 Mei 2012

Dipublish di : http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/05/10/kokoh-bagai-karang/


The story so far .

Posted by Tomi Ramadona on May 1, 2012 at 7:50 PM Comments comments (0)

Dok Pribadi: Sudut Kota Padang dari Jebatan Siti Nurbaya


Tumbuh seperti benih

Seperti halnya perjalanan-perjalanan sebelumnya, kini tepat rasanya kugambarkan mozaik ini dengan bait hijjaz:

Kau terdengar kicauan beburung

Yang menyanyi di dada pelangi

Kau menggapai awan dilangit memutih

Dirimu lebur dimamah mentari

Kau impikan harapan menggunung

Di lorong hanyir kehidupanmu

Kau hirup sari madu bunga beracun

Mewarnai dunia misteri mimpimu

Kau calari setangkai hati ibunda

Yang meniti di bilahan hari-hari

Kau hitamkan wajah ayahanda

Yang mengharapkan sinar kehidupan

Barangkali karena tiada yang sanggup menemani, hingga perjalanan kali ini pun aku harus jalan sendirian (seperti lagu Iwan Fals saja..hee).namun itu tidak masalah bagiku. Di Kota ini, aku memiliki seorang guru, namanya Bpk M. Yatim, Beliau tinggal tidak jauh dari jembatan Siti Nurbaya, warga sekitar mengenalnya dengan sebutan ‘Uncu Amaik’.

Seorang yang memiliki wawasan dan komitmen hidup. Setiap kali ada kesempatan untuk ku temui, filosofi hidup yang beliau sampaikan selalu menjadi pelipur dahaga disaat dunia terasa semakin kering dan memanas.

Dari beliau pulalah aku memahami falsafah hidup ini, bahwa semua teori terkait adat, petuah, syarak semua mesti dihayati hingga memberikan manfaat dalam prakteknya..

Pada kesempatan bertemu beliau kali ini, aku ingin menjernihkan perspektifku terkait kelembagaan dan kultur masyarakat sehubungan dengan penelitian yang sedang dibangun.

Dengan segala pengalaman dan wawasannya membawaku pada sebuah teori adat “Alam takambang manjadi guru”. Ternyata konsep mitigasi bencana telah ada dalam kearifan lokal daerah ini, aku seperti bukan orang Minang saja lupa akan tambo nagari..(Bahwa segala sesuatu yang ganjil di alam ini merupakan suatu tanda, dari tanda itulah kita belajar dan mengambil sikap) dan dari beliau jugalah aku baru mengerti akan semboyan “Lauik sakti, rantau batuah”..

Setelah memenuhi semua keingintahuan ku, seperti kebiasaannya..Beliau senang sekali memberikan siraman rohani yang bersandar pada syarak dan pengalaman2nya. Barangkali adalah salah satu sifatku sebagai pendengar yang baik, aku sangat senang mendengar cerita2 dari sesepuh-sesepuh dan orang-orang tua yang sudah kaya akan pengalaman hidup. hingga di Bogor sekalipun, aku memiliki kenalan sepuh yang suka berbagi cerita.

Aku mengenal Bpk Yatim, sebagai sosok tokoh di masa kini yang memiliki komitmen untuk menghasilkan generasi yang lebih baik, walaupun latar belakang beliau bukan dari kalangan menengah keatas, tapi bagiku beliau lebih mulia dibanding tokoh yang memiliki segala materi, kedudukan dan pendidikan tinggi tapi cendrung lebih hedon dan individualistik..tidak mengenal visi tumbuh seperti benih, dari benih menghasilkan tanaman masa depan yang akan kokoh dan berkembang, akar kuat daun menjulang, yang akan memberi manfaat tak terhingga pada suatu masa nanti..bersambung


Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus,

11 Jumadil akhir 1433H



The story so far

Posted by Tomi Ramadona on April 27, 2012 at 9:15 PM Comments comments (0)


Mengalir Laksana Air


Sepanjang jalanan ini, rasanya kinilah ku rasakan kilometer terindah dalam satu bingkai waktu. penuh tantangan, penaklukan, satu-dua kesulitan diikuti ribuan kemudahan.. Apakah karena akan memasuki masa seperempat abad!

Bukan sekedar cerita lagi, kalau laut adalah zona terindah di bumi yg paling kusukai.. Kali ini bisa berlama-lama menghabiskan waktu disini, di laut ku syurga ku.. Kota Tercinta yg menyimpan banyak kenangan di masa lalu, kini kembali disinggahi.. Amat sempurna rasanya, bernostalgia disalah satu pantai terindah.. Pantai Bungus, salah satu dari 6 pelabuhan samudera terbesar di negara ini.

Sambutan yg ramah, suasana kekeluargaan, penginapan di komplek dinas yg lengkap, sunrise dan sunset, menu khas dinner tuna..mancing strike di pulau, bersama nelayan dan armada >30GT. Serta keindahan lainnya, mengalir dan tak bisa ku uraikan satu persatu..

Alhamdulillah.."Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yg kamu dustakan?"

Terimakasih untuk semua yang telah mengirimkan do'a dan berbagai kemudahan,, Semoga kan menjadi ruang awal di masa-masa terbaik nanti...bersambung

Bungus, 7 Jumadil akhir 1433H


Panorama Teluk Bayur



 Bungus Teluk Kabung



 Pantai Muaro


Teluk Bayur



 Komplek rumah dinas PPS Bungus



Sunset di Muaro


Pantai Carolin Bungus


Gambar diambil dg lensa leica 28mm, ISO 100-1600, 14MP, multiple scene mode.


Untung dan menang

Posted by Tomi Ramadona on April 5, 2012 at 8:30 PM Comments comments (0)

Ilustrasi : google image

 

 

 

Teman, kali ini ingin ku ceritakan sebuah rahasia..ya, rahasia terbesar kaum pedagang..

 

“Jika ingin memaksimalkan keuntungan, maka patokan laba harus lebih tinggi dari apa yang diharapkan”.. singkatnya, jika ingin mendapat untung 50 ribu, maka tawaran harga harus dengan keuntungan diatas 100ribu, yah sebuah filosofi sederhana yang semua orang barangkali telah memahaminya..

 

tapi kali ini kita bukan bicara soal dagang berdagang..

 

Ada yang ganjil ketika kali ini kita disibukkan oleh sebuah kebijakan, barangkali hal ini terlahir akibat kurang memaknainya filosofi sederhana tadi. Sebagai policy maker, tentunya pemerintah memiliki otoritas dalam menentukan sikap. Setelah agenda kenaikan pajak kemudian pemerintah berencana menaikkan harga BBM..

 

sebuah analogi sederhanaku tergambar, jika penguasa ingin menaikkan pajak sebesar 5%, maka ia akan mengumumkan kenaikan sebesar 10%. diperjalannya akan ada penolakan, intervensi dan lainnya yang membuat nilai itu bergeser, Sehingga dengan skenario yang dibangun, harapan penguasa itu akan tercapai bahkan melebihi target yang diharapkan dengan klausul-klausul yang disepakati bersama.

 

Barangkali begitu juga dengan isu kenaikan BBM yang baru saja terjadi. sebuah konspirasi dan skenario apik mungkin saja mencederai bangsa ini. Belum tentu sebenarnya pemerintah benar-benar ingin menaikkan harga BBM saat ini, tapi barangkali sebuah tujuan lain yang terlebih dahulu ingin dicapai..yah sebuah legitimate untuk memutuskan..

 

Melihat alur proses yang terjadi,tercium jelas adanya skenario besar, ini menurutku yang kurang begitu faham dunia politik. Pemerintah terlebih dahulu ingin menegaskan posisinya disisa waktu yang ada, memiliki power dan juga mengeluarkan kelompok internal yang tidak sejalan..

 

Ya, kalau seorang pedagang ingin untung 50rb, kemudian pembeli dengan bersusah payah menawar dari keuntungan 100rb turun 70rb dan akhirnya sampai pada titik 50rb sehingga terjadi kesepakatan, maka dalam hal ini siapakah yang benar-benar beruntung dan menjadi pemenang?? mungkin keduanya mendapat keuntungan, tapi mungkin pemenangnya ialah pedagang karena berjalan sesuai dengan skenario yang dibuat.

 

Berbicara tentang mahasiswa dan buruh yang berdemonstrasi sehingga akhirnya kenaikan BBM ditunda, siapakah yang untung dan menang?? Mungkin saja setelah berdemonstrasi dengan pengorbanan sedemikian rupa mereka pulang dengan bahagia dan berbicara di hadapan media massa. Tapi mungkin juga ada pihak yang tertawa bahagia dibelakang meja walaupun tidak diungkapkan di media massa..

 

Kemenangan sejati pemimpin bukanlah ketika mereka berhasil memaksakan kebijakan yang mereka harapkan, melainkan ketika seorang pemimpin dengan apapun keputusan yang ia buat didukung dan dibela oleh rakyatnya..

 



Bogor, 6 April 2012

Dipublish dihttp://politik.kompasiana.com/2012/04/06/untung-dan-menang/



Sekoci Perjuangan

Posted by Tomi Ramadona on March 13, 2012 at 10:05 AM Comments comments (2)


 


Beginikah rasanya kini,

dunia yang dulu ku pandang luas,

tiba-tiba menyempit tak terkira

asing ditengah hiruk-pikuk primordial..

apa yang harus ku lakukan

ketika segenap usaha tak terbalaskan..

menjadi debu, hilang dan melayang.

 

Bukan,

bukanlah keluhan yang menyesakkan

tapi, ingin sekali ku memastikan

apakah memang begini dunia kini..

ditinggalkan,

terhempas,

menyepi, bak sekoci ditengah samudera.

 

Mereka-pun datang dan pergi

kalaulah kepercayaan mudah diberikan

tentu samudera luas tidak terasa luas

dan jalanan pun tak lagi asing

tapi ini bukanlah perjudian,

Walau jauh di lubuk hati

ingin ku berteriak

memanggil namamu teman..

 

Bukan ,

bukan bumi yang tak berputar

tapi waktulah yang terasa lama

sedangkan dahulu cepat,

dimanakah dulu yang begitu cepat

seakan pergi meninggalkan kejenuhan

 

Dalam pekatnya kini

ku yakin tetap ada pelita

sebab,

selama masih ada hidup

sejauh bumi berputar

walaupun begitu lama

cahaya harapan kan selalu ada..

 

Mereka yang menyandang prinsip

beku dihantam zaman

terkikis roda kehidupan

tapi hidup haruslah hidup

bukan hanya sekedar hidup

karena ini mesti diperjuangkan..

 


Bogor, 13 Maret 2012


Ground Zero

Posted by Tomi Ramadona on March 12, 2012 at 6:30 AM Comments comments (0)


Pertengahan tahun lalu menjadi periode puncak dibalik pembangunan Ground Zero, sebuah Islamic Centre yang berdiri tidak jauh dari lokasi runtuhnya menara kembar WTC. Setelah melalui kontroversi yang cukup panjang akhirnya bangunan itu selesai diresmikan. Tidak sedikit pihak yang menentang pembangunan gedung ini, baik dari kalangan masyarakat, institusi bahkan penolakan pun hadir dari fraksi yang berkuasa dan oposisi.

 

Jika melihat rangkaian proses yang terjadi, secara rasional amat sedikit peluang gedung yang didanai oleh American Society for Moslem Advancement dan Cordoba Initiatives ini berhasil disetujui. Tapi fakta berbicara lain, September 2011 akhirnya gedung yang menghabiskan dana sekitar 100 juta dolar ini berhasil diresmikan. Peresmian ini menandai akhir dari segenap upaya pihak-pihak yang menentang dan memberikan perlawanan.

 

Kini sebuah hasil riset menunjukkan jumlah kelompok-kelompok yang anti Muslim di Amerika Serikat meningkat tiga kali lipat dalam 11 tahun terakhir. Seperti yang dilaporkan oleh Mehr News, tahun ini diidentifikasi terdapat 1.018 kelompok anti Muslim di Amerika. Jumlah kelompok-kelompok anti Muslim itu meningkat sejak tahun 2000. Padahal menurut data yang dirilis 11 tahun lalu, jumlah mereka hanya mencapai 602 kelompok.

 

Berkaca dari data dan fakta yang ada, menurut saya kontroversi pembangunan Ground Zero ini ada kaitannya dengan permainan politik. Tidak mungkin policy maker di negara adidaya itu dengan mudah meluluskan suatu kebijakan padahal ada perlawanan yang kuat dibelakangnya. Melainkan, kebijakan ini memiliki visi yang besar untuk tujuan tertentu. Kini tantangan sebenarnya ada pada Ground Zero, mampukah menjadi media penyemai kebaikan dan adab toleran sehingga mampu membalikkan semua visi yang ada. Pada akhirnya diharapkan setiap konspirasi dan makar dapat dimenangkan oleh kebenaran.

 

 

Bogor, 12 Maret 2012

Dipublish juga dihttp://politik.kompasiana.com/2012/03/12/ground-zero-di-tanah-konspirasi/


Sakazakii, Kode Etik, Intrik dan Politik

Posted by Tomi Ramadona on February 21, 2012 at 10:25 AM Comments comments (0)

Ilustrasi : google image


 

Enam tahun sudah sejak penelitian ilmiah ini selesai di publikasikan, polemik terus bermunculan.. Ya, sakazakii sejenis bakteri enterobacter yang terkandung dalam susu formula. Kali ini sesuai dengan berita yang dilansir detik.com (Lagi, Hakim Perintahkan Nama Susu Formula Berbakteri Dibuka, 21/2/12) kasus ini kembali mencuat.. Agar pandangan kita lebih jelas memahami kasus ini, tiada salahnya saya paparkan kembali resume perjalanan kisahnya yang disarikan dari beberapa sumber.

 

Awalnya, riset ini dilakukan oleh ahli Mikrobiologi Kedokteran Hewan IPB yakni Dr. Sri Estuningsi. Beliau mendapat dana penelitian berupa Dana Hibah Bersaing. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan isolasi terhadap bakteri Enterobacter sakazakii.. Bakteri ini sebenarnya sudah ditemukan sejak tahun 1958, namun belum diketahui tingkat keganasannya. Susu (terlebih susu formula) berpotensi sebagai habitat sakazakii karena mengandung protein yang tinggi. Dr. Estu kemudian mencoba melakukan penelitian lebih terhadap bakteri ini, sampai dilakukan di Jerman karena tidak adanya fasilitas di Indonesia. Dari hasil penelitian tersebut, diketahui 5 dari 22 produk susu yang diteliti ternyata mengandung bakteri tersebut. Bakteri tersebut kemudian diujicobakan pada seekor mencit dalam dosis yang cukup tinggi, ternyata bakteri ini menyerang jaringan otak.

 

Setelah diketahui efek dari bakteri ini, Dr. Estu segera mengumumkan pada pihak-pihak terkait adanya bakteri E. Sakazakii dalam susu formula dan akibatnya. Beliau sudah banyak mempublish dalam pertemuan atau seminar ilmiah. Namun ada seorang menteri pada waktu itu (sekitar tahun 2008) yang menganggap remeh hasil temuan itu. Beliau mengatakan itu karena penelitian ini dilakukan oleh seorang dokter hewan. Depkes dan BPOM pun tidak dapat melakukan tindakan, karena hingga tahun 2008, belum ada peraturan terkait kontaminasi bakteri E. sakazakii ini di Indonesia.

 

Kemudian dilakukan seminar internasional FAO yang mengundang seluruh ahli dari berbagai belahan dunia, dan Dr. Estu mewakili Asia dalam seminar tersebut. Akhirnya ditetapkan dalam keamanan standar pangan internasional, bahwa susu harus terbebas dari kontaminasi E. sakazakii. Dengan dikeluarkannya ketetapan ini, pada tahun 2008 dilakukan teguran bagi seluruh produsen susu untuk memperbaiki kinerja produksinya sehingga seluruh produk susu wajib terbebas dari kontaminan bakteri E. sakazakii. Dan pada tahun yang sama pula, BPOM melakukan uji pada 96 merk susu dan hasil seluruh pengujian adalah NEGATIF alias tidak lagi ditemukan ada kontaminasi E. sakazakii pada produk susu.

 

Selang beberapa waktu kemudian, muncullah seseorang yang bernama David L. Tobing yang memiliki 2 orang anak, menuntut agar kelima produk yang diindikasikan tercemar bakteri E. sakazakii berdasarkan penelitian Dr. Estu pada tahun 2006 agar dipublikasikan. Awalnya David menuntut atas nama masyarakat Indonesia, lalu berubah kemudian dia menuntut atas nama kedua anaknya karena anak-anaknya mengonsumsi susu. Padahal hingga saat ini kedua anaknya baik-baik saja. Adanya penuntutan ini kemudian diliput oleh media. Media menyatakan bahwa apabila ini tidak diumumkan maka akan meresahkan warga. Distorsi media inilah yang menjadi salah satu faktor dalam mencuatnya kasus ini, sehingga banyak masyarakat yang hanya mengetahui kasus ini dari segi kepentingan publik semata, tidak melihat bagaimana seharusnya publikasi ilmiah itu diterima.

 

Pak Rektor menambahkan tentang dosis pengujian pada mencit. Dosis yang diberikan pada mencit adalah dosis yang dilakukan terus menerus dalam takaran tinggi, hingga akhirnya diindikasikan menyerang jaringan otak. Sementara seandainya terdapat bakteri ini dalam susu formula yang kita konsumsi, dosis nya tidak akan setinggi dosis yang diberikan pada mencit. Beliau mengatakan, “Dan saya kira, bayi-bayi Indonesia bukanlah bayi tikus, sehingga masih aman.” Dan pada kenyataannya, hingga saat ini remaja seukuran kita yang dulu mengonsumsi susu atau masih pada saat ini, hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus penyakit akibat bakteri ini.

 

Beliau menambahkan. “IPB, selaku institusi pendidikan tinggi, sangat menjunjung tinggi kode etik penelitian. IPB tidak dipengaruhi oleh otoritas apapun, termasuk otoritas pemerintah maupun industri. “Kita patuh pada hukum, namun kita harus terus menjunjung tinggi etika penelitian. Saya tidak pernah ditekan oleh menteri. Dan kalaupun ada menteri yang menekan saya, saya akan bilang tidak. Terlalu murah jika IPB dibeli oleh pihak-pihak yang mementingkan kepentingan sendiri. IPB akan mengumumkan jika memang masyarakat sudah dalam kondisi yang berbahaya atau darurat, sekalipun itu melanggar aturan. Hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus akibat kontaminasi E. sakazakii, dan sejak tahun 2008 seluruh merk susu telah dinyatakan negatif oleh BPOM”.

 

Kini, kasus ini akan segera booming lagi, hakim memerintahkan pemerintah untuk membuka nama-nama susu formula berbakteri. Hal ini dinyatakan saat hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menolak perlawanan Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Begitu juga dengan perlawanan kampus-kampus lain ditanah air yang mendukung IPB seperti USU, Unand, Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Pada awalnya ini merupakan publikasi ilmiah biasa, namun bergeser mulai dari persoalan hukum , kepentingan golongan, bahkan kepentingan politik semata. Ada beberapa pihak yang menggunakan kesempatan ini untuk menjadi terkenal dalam panggung perpolitikan semata.

 

Dari paparan ini, tergambar sudah bagaimana mudahnya di negeri ini menggiring opini publik. Dengan slogan hak azazi manusia, kepentingan umum dan lain sebagainya bisa dengan mudah menggugurkan kebenaran untuk tujuan dan kepentingan tertentu. Padahal seharusnya masih banyak hal yang lebih penting untuk dipikirkan selain dari isu-isu yang terkembang dari distorsi media semata.

 

Melalui kasus ini juga, ada beberapa karakter yang saya lihat. Pertama, karakter yang memperjuangkan kode etik penelitian, mereka tetap kokoh atas nama kebenaran dan hak intelektual. Kedua, kelompok yang bermain melalui distorsi, mereka bekerja melalui pengembangan isu untuk seterusnya melemparkannya ke publik, menurut saya pengaruh dan kekuasaan sebenarnya ada ditangan mereka. Ketiga, adalah kelompok yang memanfaatkan isu untuk tujuan tertentu, ini lebih condong pada politik dan pencitraan. Sedangkan karakter keempat adalah kelompok kebanyakan. Mereka adalah konsumen yang menelan bulat-bulat setiap informasi, kelompok ini sangat mudah diarahkan, baik karena keterbatasan informasi ataupun pembatasan informasi secara sengaja…

 

Dari beberapa karakter atau kelompok ini, kita bisa afiliasikan pada berbagai kondisi dan realita bangsa yang terjadi saat ini. Kali ini kita benar-benar harus bertanya pada hati nurani, karena ada banyak hal yang harus diperbaiki dan diteliti.. “Pandanglah dan jelaskan dengan kasih sayang, mungkin “mereka” belum mengetahui dan memahami. Bangsa ini memerlukan edukasi moral dan etika yang kini makin langka…..”, (Rektor IPB dalam Lokakarya Kemahasiswaan).

 

Dokumentasi : Laman web resmi IPB (ipb.ac.id), Laman web resmi BPOM (www.pom.go.id), BEM Fema IPB, detik.com, Kompas.com, Catatan Septian suhandono.dll


 



Bogor, 21 Februari 2012

Dipublish di : http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/02/21/sakazakii-kode-etik-intrik-dan-politik/




Kampus Coklat

Posted by Tomi Ramadona on February 11, 2012 at 1:15 AM Comments comments (0)

  

 

Sudah lebih satu tahun sejak kupijakkan langkah pertamaku di kampus ini, kampus yang dikenal sebagai kampus rakyat sebuah kampus pertanian terbaik di negeri ini. Suasana yang asri, nuansa akademik yang tinggi serta kesungguhan akan ilmu menjadi justifikasi awalku terhadap kampus ini. Sebuah kekaguman sekaligus kebahagiaan bisa menjadi bagian dari keluarga besar civitas academika ini.

 

Sebagai kampus pertanian, tentu saja icon green campus menjadi filosofi perjalanannya. Hal ini didukung oleh berbagai sarana, fasilitas dan penunjang lain berpadu menguatkan pembuktian sebagai kampus hijau. Ini bisa dilihat dari lingkungan yang banyak ditumbuhi pepohonan, areal pertamanan serta agriwisata yang asri. Tidak hanya itu, kelembagaanpun dibangun untuk mengejar cita-cita ini seperti dengan adanya regulasi larangan kendaraan umum masuk wilayah kampus, ribuan sepeda yang disediakan di beberapa shelter serta budaya yang ditanamkan untuk mencintai alam dan lingkungan.

 

Civitas semakin puas dan bahagia tatkala di pertengahan tahun kemarin (2011), kampus ini terpilih sebagai kampus hijau nomor dua di Indonesia. Berdasarkan hasil korespondensi, survei, dan pemeringkatan langsung yang dilakukan secara online, terpilih 178 Universitas dari 42 negara di dunia yang memenuhi standar penilaian tim UI GreenMetric. Peserta UI GreenMetric Ranking of World. Melalui penilaian itulah kampus ini bisa bernapas lega karena semboyan gereen campus bukan hanya sekedar retorika semata.

 

Tapi, apa yang kusampaikan di awal ini akan mengalami kontradiksi seiring berjalannya waktu. Pada triwulan ketiga tahun 2011, kampus ini melakukan proyek besar mengusung tema pembangunan kampus tahap tiga. Sejak awal berdirinya, kampus ini telah melakukan renovasi besar-besaran sebanyak dua kali yakni pada tahun 1981,1989 dan akhir tahun kemarin merupakan periode renovasi dan pembangunan untuk yang ketiga. Ada tiga paket pembangunan yang direncanakan, dimana semuanya bertujuan untuk melengkapi fasilitas dan mengoptimalkan potensi.

 

Adanya pembangunan ini mendapat banyak dukungan dan kebahagian dari civitas, tentu saja harapan untuk perbaikan kampus dari segi fisik dan fasilitas mulai terbangun. Kebahagiaan ini tentunya juga kurasakan dengan melihat areal yang semakin bersih, tertata dan makin lengkap. Hanya saja dibalik kebahagiaan itu, ada juga keprihatinan yang timbul dihati ketika terkenang akan icon lama green campus.

 

Dari sekian banyak yang bahagia dengan kondisi kampus, barangkali aku juga tergolong pada sebagian kecil yang merasa miris menyaksikan pragmatisme yang terjadi dikampus. Cita-cita awal sebagai kampus hijau seakan mulai tenggelam dengan pertimbangan kemegahan fisik bangunan kampus. Sangat sedih rasanya ketika melihat pohon-pohon rindang ditebang seenaknya, setiap jengkal areal kosong seolah tidak dibiarkan menganggur dan dipadatkan bangunan gedung. Lalu dimana lagi kawasan hijau yang dulu dibanggakan. Menurut salah seorang tenaga pengajar bidang sumberdaya lingkungan, setiap pohon yang ditebang haruslah diganti dengan pohon yang sama dengan perakaran dan fisik yang sama pula, barulah akan bisa mengganti eksternalitas yang ditimbulkan. Walaupun ini bukanlah pernyataan resmi lebih kepada guyonan, tapi ini bisa juga mengisyaratkan akan kekecewaan pada sebuah pembangunan tanpa mengedepankan faktor ekologi didalamnya.

 

Tulisan ini hanyalah sebuah harapan dari seseorang yang menjadi bagian dari keluarga besar ini agar kampusnya kembali menjadi tempat yang sejuk disaat panasnya suasana politik diluar sana.






Bogor, 11 Februari 2012

Dipublish di :  http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/02/11/kampus-coklat/



~Best Flower~

Posted by Tomi Ramadona on January 25, 2012 at 7:15 AM Comments comments (0)


Dapet sepotong kisah dari teman, tapi sepertinya cerita ini disadur dari "The Best Of Bits & Piece's". Satu dari 71 Kisah dalam buku "Chicken Soup for the Couple’s Soul". Ceritanya cukup menarik menurutku!.

 

Thomas Wheeler, CEO Massachusetts Mutual Life Insurance Company, dan istrinya sedang menyusuri jalan raya antar negara bagian. Ketika menyadari bensin mobilnya nyaris habis, Wheeler segera keluar dari jalan raya bebas hambatan itu dan tak lama kemudian menemukan pompa bensin yang sudah bobrok dan hanya punya satu mesin pengisi bensin. Setelah menyuruh satu-satunya petugas di situ untuk mengisi mobilnya dan mengecek oli, dia berjalan-jalan memutari pompa bensin itu untuk melemaskan kaki.

 

Ketika kembali ke mobil, dia melihat petugas itu sedang asyik mengobrol dengan istrinya. Obrolan mereka langsung berhenti ketika dia membayar si petugas. Tetapi ketika hendak masuk ke mobil, dia melihat petugas itu melambaikan tangan dan dia mendengar orang itu berkata, “Asyik sekali ngobrol denganmu”.

 

Setelah mereka meninggalkan pompa bensin itu, Wheeler bertanya kepada istrinya apakah dia kenal lelaki itu. Istrinya langsung mengiyakan. Mereka pernah satu sekolah di SMA dan pernah lebih akrab.

 

Astaga, untung kau ketemu aku”,  Wheeler menyombong. “Kalau kau menikah dengannya, tentu kau jadi istri petugas pompa bensin, bukan istri direktur utama.”

 

Sayangku,” jawab istrinya, “Kalau aku menikah dengannya, dia yang akan menjadi direktur utama dan kau yang akan menjadi petugas pompa bensin!”. 



Khusus untuk Perempuan yang Baca nie cerita Jangan Ge eR dulu ya...!! hee.. (^_^)


Hikmah... Ada yang bilang 'di balik pria hebat, ada perempuan hebat!.                               mmhm, mungkin juga,. Barangkali ngambil dalil QS.24: 26 "Watthaiyyibuuna litthaiyyibaati".




By: R.E.

Ekonomi Komparatif

Posted by Tomi Ramadona on January 20, 2012 at 9:00 PM Comments comments (2)

 


Lebih kurang sembilan tahun sudah kudalami salah satu bidang ilmu yang disebut ‘ekonomi’. Terlepas fokus tidaknya pembelajaran dan pemahamanku tentang cabang pengetahuan ini, yang jelas menurut ku studi ini memiliki ranah yang sangat luas, mempengaruhi segala aspek dimana manusia hidup didalamnya. Sembilan tahun yang kulalui, baik melalui tatap muka formal ataupun informal kandas setelah mengikuti satu hari seminar ekonomi komparatif yang disampaikan Prof.Eriyatno. Dalam diskusi yang beliau sampaikan tergambar jelas bagaimana sistem ini dibangun, ilmu yang memiliki asumsi bahwa manusia adalah makhluk hedonis yang a-sosial yang ingin mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan pengorbanan sekecil-kecilnya..


Semua teori yang ku terima sejauh ini luluh lantah oleh sepotong ayat dalam Quranul Aziz surah Al Baqarah 125 (“...padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”;). Beliau (Prof.Eriyatno, red) melanjutkan bagaimana sistem perekonomian yang dibangun oleh manusia apapun itu bentuknya pada akhirnya akan kandas juga. Sejarah telah mencatat bagaimana runtuhnya sistem komunis kemudian kita lihat saat ini hegemoni sistem kapitalis yang berujung pada kebangkrutan. Maka menurut beliau perlu semacam ekonomi komparatif yang menjadi solusi peradaban dunia. Walaupun tidak secara gamblang beliau menjelaskan bagaimana sebenarnya bentuk ekonomi komparatif itu, tapi aku dapat mendefenisikan tiada lain maksudnya ialah Ekonomi Syariah sebagai basis perekonomian dunia.. Semoga saja harapan ini terkabul, terlebih dahulu Indonesia sebagai primemover global.


Jika melihat ekonomi Indonesia hari ini, apa boleh buat..sistem ekonomi antah berantahlah yang memayungi. Kadang kala kita bisa tertawa akibat ahli ekonom yang diamanahkan rakyat untuk memimpin bangsa ini dengan konyolnya membuat kebijakan (mungkin kita memang diarahkan untuk menertewakan bangsa sendiri..he). Walau pemahamanku masih awam tentang ekonomi, tapi secara logic kita bisa menilai kebijakan model apa yang dikembangkan. Coba lihat saja rencana pemerintah ingin menaikkan harga BBM khusus untuk plat hitam di pertengahan tahun nanti. Jika saja kebijakan ini benar terealisasi bisa dipastikan black market akan terjadi. Angkot atau angkutan umum lain tentu sudah berubah profesi, dari mengejar penumpang kemudian berganti menjadi penimbun BBM. harga BBM subsidi setengah dari non subsidi menjadi pemicunya.. Wah bisa dibayangkan, apalagi dikota ku kini tinggal yakni Bogor, dimana konon 8 dari 10 mobil disini adalah angkot, jadi mereka tinggal berlomba-lomba mengantri di pom bensin/pertamina...Sementara harapan pada para akademisi atau kalangan profesional yang berasal dari institusi pendidikan yang duduk di kabinet pemerintahan, seolah dipaksa untuk membuat kebijakan yang sesuai dengan haluan pemerintah untuk tujuan tertentu, sehingga pada akhirnya meninggalkan prinsip keilmuan dan intelektualitas akademis mereka. betapa miris rasanya..


Semoga saja ekonomi syariah segera tumbuh..


Bogor, 27/2/1433H

 


Paradoks tuan tanah

Posted by Tomi Ramadona on January 17, 2012 at 6:40 PM Comments comments (0)

 


Di Timur tengah sana terdapat laut mati sedangkan di negeriku laut mati suri


Laut Mati adalah danau yang membujur di daerah antara Palestina dan Yordania. Sekitar 417,5 m di bawah permukaan laut, dan merupakan titik terendah di permukaan bumi. Danau ini dinamakan laut mati karena tidak ada bentuk kehidupan yang dapat bertahan dalam air garam ini. Laut mati memiliki kandungan garam tertinggi dari seluruh laut di dunia. Kadar garamnya sekitar 32 % dibandingkan kadar garam rata-rata 3% pada Laut Tengah atau Mediteranian. Dengan salinitas yang sangat tinggi ini menyebabkan siapapun yang terdampar disana akan terapung meskipun tak bisa berenang..

 

Di lain kisah, negeriku yang sangat kaya akan potensi laut, dimana laut yang seharusnya menjadi tumpuan kehidupan bangsa seolah mati suri. Rakyat yang hidup melalui laut dibiarkan menderita akibat pengelolaan dan kebijakan yang belum tepat. Laut benar-benar mati bagi sebagian orang. Sementara bangsa ini pernah memiliki sejarah yang gemilang sebagai negara maritim yang tangguh. Kerajaan Sriwijaya misalnya tercatat sebagai salah satu kekuatan maritim yang besar di Asia. Saat itu laut benar-benar mampu memberikan perannya terhadap kesejahteraan dan keamanan bangsa.

 

Sebuah anekdot konyol yang merupakan realita bangsa membuat ku tergelitik mendengarnya. Potensi perikanan terbesar terletak di wilayah timur Indonesia. Apa boleh buat potensi ini hanya sebuah teori, kenyataannya tuan rumah menjadi tamu di negeri sendiri. Distribusi dari wilayah timur ke pusat konon biayanya lebih mahal ketimbang di angkut ke negara lain. Seperti kasus ikan untuk dijual dari Ambon ke Jakarta biaya distribusinya lebih mahal dibanding dijual dari Ambon ke Jepang... Benar-benar sudah kelewatan, apanya yang salah? Apakah kementerian perhubungan?,perikanan?, Sungguh saat ini tidak patut untut mencari siapa yang salah maka alangkah bijak untuk menemukan solusinya..Sehingga jangan sampai kejadian lebih memalukan terjadi lagi, contoh kasus kapal dari China mencuri ikan di laut Papua, kemudian ikan diolah di China terus di jual ke Indonesia. Sharusnya production cost tidak bisa ditutupi oleh benefit, tapi kenyataannya praktek ini terus terjadi, artinya mereka terus untung. Lalu kenapa nelayan Indonesia tidak mampu mengambil ikan di laut miliknya sendiri untuk di jual di negara sendiri, bukankah akan jauh lebih untung?

 

Riset membuktikan salah satu penyebab terjadinya kondisi di atas ialah biaya pelabuhan Indonesia sangat mahal, sehingga berimbas pada biaya transportasi. Biaya pelabuhan ini diakibatkan oleh kebijakan peraturan dan biaya investasi di negeri kita tinggi. Oleh karenanya untuk membenahi persoalan ini perlu dicari akar masalahnya dan solusi serta sinergisitas antar departemen yang terkait. Kebijakan yang berpihak pada rakyat, berkelanjutan dan menjadikan laut sebagai mainstream perekonomian bangsa sudah lama diimpikan.

 

Ini bukanlah suatu keluhan, melainkan sebuah harapan dari seorang anak bangsa agar lautnya bisa bangun dari mati surinya..

 


Bogor, 24/2/1433

Dipublish di http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2012/02/11/paradoks-tuan-tanah/



 

Wisata Hati Vol. 2

Posted by Tomi Ramadona on January 4, 2012 at 6:55 PM Comments comments (0)




"Sebuah Kisah tentang Dha'ful Iman"


Kisah ini menceritakan sebuah fragmen kehidupan seorang sahabat, pada suatu hari sahabat ini di PHK dari tempatnya bekerja, Ia merupakan seorang kepala keluarga dengan istri yang sedang hamil tua. Hari berikutnya sang istri harus dilarikan ke rumah sakit karena gangguan pada kehamilannya. Dari RS itu ia harus dirujuk ke RS yang lebih besar karena kondisinya yang sangat memprihatinkan. Setelah diperiksa, sang dokter memvonis anak yang sedang dikandungnya akan terlahir cacat dengan jantung bocor serta kanker pada bagian otak, usianya pun ditaksir tidak akan lebih 18 hari..

 

Sahabat yang mendapat ujian bertubi-tubi ini tidak kehilangan keimanan. Ia terus berdoa dengan penuh keyakinan, setiap hari ia lalui dengan tegar tanpa mengeluh dan berputus asa.. Akhirnya dihari ke 20 anaknya masih hidup. Setelah melewati masa kritis, beberapa hari kemudian anak itu pun terlahir dengan selamat tanpa cacat apapun..Subhanallah, bertambah kuatlah keimanannya karena rezeki, maut dan kehidupan itu benar-benar ada ditangan Allah.. anak itupun siap untuk dibawa pulang.

 

Seperti kebanyakan orang yang sedang dilanda kerumitan, sahabat inipun tidak sempat memikirkan kartu miskin untuk dapat keringanan biaya pengobatan dan persalinan. Akhirnya ia-pun diminta membayar ganti rugi/ seluruh biaya selama di RS sebelum membawa pulang anaknya. Dalam doa dan ikhtiarnya ia menemui temannya agar dapat membantunya (bagi orang yang beriman, berharap kepada manusia hanya sebatas formalitas ikhtiar setelah menyerahkan keyakinan sepenuhnya kepada Allah). Temannya yang juga tidak memiliki uang yang cukup inipun pergi menjumpai relasinya untuk mengumpulkan uang guna membantu sahabatnya yang ditimpa ujian ini. Terkumpullah uang sebanyak 2 juta rupiah.

 

Kemudian ia berangkat pulang menuju rumahnya dengan membawa uang sebanyak 2 juta itu, walaupun ia tahu uang itu masih jauh dari yang dibutuhkan. Dalam perjalanan pulang yang jaraknya cukup jauh ia sengaja jalan kaki, hampir setengah hari ia lalui dengan berjalan. Dalam perjalannya (dengan modal keyakinan yang tinggi pada Allah) ia membagi-bagikan uang tersebut, sedekah ia tebarkan pada siapa saja yang terlihat membutuhkan di sepanjang jalan. Akhirnya tibalah disebuah Masjid tidak jauh dari rumahnya, uang yang tersisa tinggal 10 ribu rupiah. Dengan doa dan deraian air mata ia kembali mengadu pada Allah, Rabb yang selama ini menjadi sandarannya dalam setiap persoalan. Dalam pengaduannya kali ini ia sampaikanlah bahwa keyakinannya padaNya melebihi keyakinannya pada apapun juga. “Ya Rabb, Tuhan semesta alam.. inilah diriku, inilah perjalananku, inilah keyakinan hidupku dan inilah perjuanganku.,maka saksikanlah!!

 

Masih di dalam pelataran masjid itu, sesaat kemudian datanglah seorang ibu-ibu. Ibu itu bertanya ‘kenapa anda menangis?’ kemudian ia ceritakanlah kisahnya..ibu itu pun berkata, sungguh engkaulah orang yang ku cari-cari dari pagi tadi, orang yang akan menjadi perantara amal ku.. terimalah ini (sambil menyerahkan sekantong plastik merah berisi uang)’langsung seketika ia sujud syukur dan berlari menuju RS sehingga terlupa mengucap terimakasih dan tanpa menghitung jumlah uang yang ada di kantong itu. Diperjalanan ke RS dalam kondisi yang tidak menentu baru terpikir olehnya tadabbur QS Al Fath, terpikir tentang rangkaian ujian yang ia terima, tentang seorang ibu yang belum tentu benar-benar seorang ibu karena bisa jadi malaikat Allah yang datang, dan tentang hikmah kehidupan. Kepada receptionis/adm RS ia sampaikan, hari ini saya ingin membawa anak saya pulang. Saya tidak memiliki uang lagi selain yang ada di kantong ini..silahkan dihitung. Kemudian receptionis menghitung seluruh biaya selama di RS jumlahnya mencapai 27 juta. Dihitunglah semua uang yang ada di kantong tersebut..ternyata pas 27 juta..Subhanallah Allahuakbar!!!

 

QS. Al Fath [1-17]

  • [1] Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata,
  • [2] supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,
  • [3] dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).
  • [4] Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana,
  • [5] supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah,
  • [6] dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang Amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. dan (neraka Jahannam) Itulah sejahat-jahat tempat kembali.
  • [7] dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
  • [8] Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan,
  • [9] supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.
  • [10] bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu Sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. tangan Allah di atas tangan mereka, Maka Barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan Barangsiapa menepati janjinya kepada Allah Maka Allah akan memberinya pahala yang besar.
  • [11] orang-orang Badwi yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan: "Harta dan keluarga Kami telah merintangi Kami, Maka mohonkanlah ampunan untuk kami"; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah : "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. sebenarnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
  • [12] tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.
  • [13] dan Barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya Maka Sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala.
  • [14] dan hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia memberikan ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  • [15] orang-orang Badwi yang tertinggal itu akan berkata apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan[1398]: "Biarkanlah Kami, niscaya Kami mengikuti kamu"; mereka hendak merobah janji Allah. Katakanlah: "Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami; demikian Allah telah menetapkan sebelumnya"; mereka akan mengatakan: "Sebenarnya kamu dengki kepada kami". bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.
  • [16] Katakanlah kepada orang-orang Badwi yang tertinggal: "Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih".
  • [17] tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). dan Barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih.

 

 

Summary

  • Ketika kita memiliki keimanan yang kuat, niscaya Allah akan datang begitu saja..disaat kita tidak memilii apa-apa lagi untuk bergantung,maka sesungguhnya Allah lebih dari cukup..
  • Apa lagi yang kita ragukan pada Allah SWT?? Kita punya kesuitan maka Allah punya jawaban..Maka perdengarkanlah kepada Allah setiap kesulitan karena Allah memiliki segalanya untuk menjawab setiap persoalan..

 

Pertanyaannya, sudahkah dalam hidup kita diuji sedemikian rupa seperti yang termuat dalam kisah ini?, TaPI pertanyaan yang lebih penting ialah SUDAH KAH KITA MEMILIKI KEIMANAN YANG KUAT SEPERTI YANG TERTANAM DALAM HATI SAHABAT INI??...

 



Sebuah kisah nyata dari seorang sahabat yang disampaikan oleh Ustd yusuf Mansur dalam kajian wisata hati..


Bogor, 11 /2/1433 

 


Wisata Hati

Posted by Tomi Ramadona on January 2, 2012 at 6:40 PM Comments comments (1)



Aslm..Ba’da tahmid wa shalawat.

 

Bersyukurlah hari ini Allah memberikan kesulitan, karena ibadah yang dilakukan saat ditimpa kesulitan jauh lebih mulia ketimbang ibadah disaat tidak dalam kesulitan..

 

Kapankah pertolongan Allah itu DATANG :

 

1). Ketika kita datang kepada Allah

- melalui doa, ibadah, syukur, taubat, dll

 

2). Ketika kita sabar dan pasrah

-'Sedangkan Allah saja sabar menunggu hambanya kembali pada Allah, tiap subuh ditungguin, zuhur ditungguin...tapi,

 

3).Ketika Allah datang kita menyambutnya

-Setelah kita datang kepada Allah kemudian kita sabar dan pasrah kepadaNya. Maka lankah selanjutnya adalah Ketika Allah datang kita menyambutnya. Begitu banyak orang yang tidak kenal dengan Allah, disaat kesulitan menghadang, tiba-tiba datang orang yang membutuhkan, meminta sesuatu. Maka bisa jadi melalui orang itu Allah datang.

Sebagaimana alkisah Nabiyullah Musa as dan kaum Bani Israil ketika Allah menjanjikan akan datang, disaat waktu yg dijanjikan tiba semua orang sibuk mempersiapkan tiba-tiba muncul orang tua yang meminta air dan makanan tidak ada yang mempedulikan..shingga org tua itu pergi dan pertolongan Allah pun berlalu..

 

"Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS. Al Baqarah : 214)

 

Disarikan dari kajian wisata hati Ustd Yusuf Mansur (3/2/1433)

....

Dan sesungguhnya di dalam kesulitan terdapat banyak kesempatan untuk mendapat hikmah, mendapat karunia berupa terijabahnya doa..

 

Kisah ini disampaikan oleh Ustd Yusuf Mansur Al hafidz, tentang salah satu fragmen perjalanan hidupnya. lebih kurang dalam bahasaku kisahnya seperti ini (mohon maaf kalau saya salah dalam menuliskannya Ustd):

"Ketika itu kehidupan kami (YM) sangat memprihatinkan, usaha yg saya lakukan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tinggalpun hanya disebuah rumah kecil yang boleh dikatakan kurang layak untuk sebuah tempat tinggal. disuatu sore terjadi hujan lebat, hingga diruang tengah rumah kami menetes air hujan, ternyata bocor dari atap rumah semakin parah..Kemudian saya memanggil istri beserta anak saya untuk berkumpul dekat tetesan bocoran atap itu. sembari kami mengambil ember untuk menampung tetesan air. Saya lihat dan perhatikan wajah istri dan anak saya, sambil tersenyum kemudian saya katakan"hayuk kita berdo'a"..’Duhai Rabbi, begitu besar kasih sayang Mu, Engkau berikan kami untaian rahmat dan karunia yang dengannya kami hidup dan menjalani hari dengan kebahagiaan,bersyukur kami atas kecukupan yang Engkau berikan, sungguh rahmatMu amat luas. Ya Allah sesungguhnya Engkau lihat kami berkumpul dalam karuniaMu, Engkau saksikan rumah ini, rumah yang Engkau karuniakan, tempat dimana anak-anak belajar mengaji, tempat dimana kami membina bersilaturrahim dengan tetangga dan saudara-saudara dalam majelis ilmu kepadaMu. hari ini rumah ini bocor, maka sesungguhnya Engkau lebih mengetahui, izinkanlah rumah ini menjadi tempat yang lebih nyaman untuk beribadah kepadaMu..Amiin

 

Dilain kisah,beberapa wktu di masa sulit itu..saya yang biasa menaiki motor untuk bekerja dan dakwah. Tanpa saya sadari istri saya diam-diam mengumpulkan uang untuk membeli hadiah milat (ultah) saya berupa sarung tangan..tiada lain niatnya agar tangan saya tidak menjadi hitam karena sinar mentari.. Disaat hari milad saya, istri tercinta memberikan sarung tangan sebagai tasyakur untuk saya yang didapatnya dari menghemat pengeluaran dan mengumpulkan uang seratus demi seratus..saya menangis dan memeluk istri saya..’dinda sungguh ayah sangat bahagia engkau berikan hadiah ini yang engkau dapat dengan susah payah, tapi sesungguhnya ayah lebih suka tanpa sarung tangan..agar ayah dapat MeMinta dan berDoa kepada Sang Pemilik Jagad raya ‘Duhai Tuhanku Engkau lihat hari ini hambamu bekerja mencari sesuatu yang halal, berdakwah menegakkan Agamamu, maka janganlah Engkau biarkan tangan saya benar-benar jadi hitam nantinya karena tiap hari dijilat matahari..Sesungguhnya Engkau lebih mengetahui..

 

Alhamdulillah..Allahuakbar!!

Setahun kemudian kami diberi rizki, diizinkan menempati rumah yg lebih layak, motor yang dulu saya pakaipun kini telah diganti dengan sebuah mobil..sedikit demi sedikit kehidupan smakin baik..semoga dg ini ibadah kami lebih baik.

 

Ketika kesulitan datang, sungguh itu bukanlah moment untuk mengeluh, bukanlah waktu untuk menyesali nasib dan bukan pula saat untuk berputus asa..tetapi sesungguhnya Allah memberi kesempatan untuk menguji, memberi peluang untuk bermuhasabah, dan memberi jalan untuk mengambil hikmah dan terijabahnya doa..

 

Kata Rasulullah “Bahwa suatu jiwa sama sekali tidak akan mati sehingga disempurnakan rezekinya, maka bertakwalah kepada Allah, baguskanlah dalam meminta dan janganlah menganggap lamban datangnya rezeki, sehingga kalian mencarinya dengan jalan mendurhakai Allah. Karena apa yang ada di sisi Allah tidak akan bisa diperoleh, kecuali dengan menaatiNya”.


 

Bandung,

1 Januari 2012


 


Maka inilah jawabanku..

Posted by Tomi Ramadona on December 20, 2011 at 11:30 PM Comments comments (8)



Jangan hanya lihat 'buahnya' saja..

karena ia hasil dari proses yang panjang..

alangkah lebih arif kalau mampu mengenal 'pohon'.

sebab alam telah mengajarkan

cinta akan buah, buah akan habis termakan,

sedangkan pohon masih mampu untuk berbuah kembali.

Maka tiada salahnya memahami filosofi sebuah pohon

perkuatlah akarnya..

perteguh batangnya..

serta perbanyaklah dahannya..

Agar ia mulia dengan buahnya, istimewa dengan rindangnya,

dan sejahtera dengan kokohnya.

..................... 


Bismillah, sengaja saya beranikan diri untuk memposting tulisan ini. bukan perkara mudah memang. melainkan sesuatu yang cukup berat terutama bagi saya sendiri. Tulisan ini tidak lain mengenai kondisi kontemporer yg kali ini menyangkut masa-masa yg ‘rumit'.. Semoga mampu menjawab segala keraguan. Tanpa basa-basi lagi inilah dia sebuah kata yg akan menjadi pembahasan kita kali ini teman..."walimahan".

 

Diskusi, perdebatan panjang, sms, status, dan bermacam bentuk komunikasi lain yang pada klimaksnya bermuara pada topik tadi akhir-akhir ini sering kali saya jumpai. Tidak hanya teman di asrama, di kampus, di kampung, bahkan di negeri seberang, antah berantahlah namanya, pembahasannya berujung ke topik itu saja.. Hmmm..rasanya cukup fair dan realistis ketika kini usia, waktu dan momentum saling berkolaborasi mengantarkan kita pada pembahasan itu.. Juga menurut saya itu bukan perkara yang salah, dilarang atau semacamnya karena memang begitulah kondisinya. Suatu hal yang wajar tentunya selama tidak menyalahi syariah.

 

Ketika teman-teman datang menyindir "udah baca buku ini belum, masa sih belum!..apa g' dipersiapkan" (kalau teksbook yg tebal sejengkal karangan stiglitz, eaton, charles dll sepertinya udah berubah fungsi jadi bantal dikamar). Tapi ternyata buku yg dimaksud adalah...yah g' salah lagi buku-buku wajib persiapan walimahan katanya..tak perlu lah saya sebutkan judulnya satu-persatu..karena sepertinya teman-teman lebih tau..he

Mendengar itu saya hanya bisa tersenyum, terus mesti gimana lagi. Kali ini saya harus sadar bahwa saya sudah ketinggalan ..(gak bisa dikejar pakai KRL commuter line lagi, apalagi pake andong, harus pake Air Bus nampaknya). Belum lagi sindiran-sindiran "proposal udah buat?...pendekatan ke ortu gimana?".. sekalian aja tanya, udah berapa kali jadi panitia walimahan!!! he.hee

 

Teman-teman.. diawal tulisan ini sengaja saya buat sebuah syair yang merupakan "hasil perenungan dipagi hari" (kata-kata dalam kutip tidak lain semacam masterpiece penyair amatiran) Syair itu merupakan inti sari dari sebuah wejangan yg diberikan oleh salah seorang 'guru' saya, semoga Allah merahmatinya.

 

Waktu itu disuatu pertemuan pekanan kami, tiba-tiba muncul pertanyaan dari salah seorang teman..Lebih kurang pertanyaannya begini "apa yang perlu dipersiapkan sebelum pernikahan? dan kira-kira buku apa yang recommended?".. Tanpa perlu kesepakatan, teman tadi menjadi pahlawan bagi kami, dengan segenap kepolosan dan keberaniannya berhasil membuka pintu rasa ingin tahu yang juga ada di dalam hati kami (^_^).


Kemudian dijelaskanlah oleh sang guru dengan bahasa yang santun dan kharismatik :

"Membaca buku atau diskusi juga salah satu hal yang penting untuk persiapan, tapi itu ibarat memberikan 'buah'nya saja, alangkah lebih bijak kalau kita beri buah sekaligus pohonnya langsung. Karena dalam komponen pohon ada akar, batang dan dahan yang membentuknya. Nah sebelum menyempurnakan dien, maka sempurnakanlah separuhnya yang merupakan diri sejatimu”..

 

- Akar itu perlambang mahabbah

Jadi sebelum menuju gerbang pernikahan mesti perlu cinta..bukan hanya cinta sesama insan..tapi tentu saja cinta yang hakiki. cinta pada Allah dan Rasulnya. Ketika kita cinta pada si A karena Allah, maka artinya Allah lah zat semata yang paling kita cintai..apapun yg terjadi pada si A tidak akan merubah kecintaan pada Allah, sehingga tidak akan mempengaruhi visi hidup kita. Dalam konsep mahabbah ini juga terkandung makna Assyahadatain.

 

- Batang berwujud kemandirian dan kemapanan

Dalam konteks ini kita telah mampu menguasai bab manajemen diri, (mengatur,mengelola, mengontrol, membuat keputusan dll) sehingga dalam kehidupannya tidak bergantung lagi sama orang lain. Kemandirian dan kemapanan ini bukan hanya dalam batasan duniawi tetapi juga dalam tataran kemapanan ruhiyah kita. Dalam hal ini termasuk juga bagaimana seseorang mampu menjaga kehormatan dirinya, sehingga amatlah benar kata orang bijak "siapa yang tidak mampu menjaga kehormatan dirinya maka mustahil ia akan mampu menjaga kehormatan keluarganya".

 

- Dahan dapat diartikan tanggung-jawab

Setelah ia memiliki mahabbah dan kemandirian, unsur penting lain ialah tanggung jawab. tentu dalam konteks ini kaitannya bukan bekal sebagai makhluk pribadi lagi. tetapi juga terhadap apa yang menjadi tanggung-jawabnya. Fiddun ya wal akhirah..

 

Ketiga unsur penting itulah yang perlu dilengkapi dengan ranting, daun dan buah. Supaya pohon mampu memberikan kesejukan, kedamaian dan manfaat yang banyak. Wallahualam..

 

So..sudah siapkah anda???

 


Dengan menyebut nama Allah

Atas jiwaku, hartaku dan agamaku, Ya Allah jadikanlah aku ridho dengan apa yang Engkau tetapkan dan jadikanlah barokah apa yang telah Engkau takdirkan, Sehingga tidak kepingin aku untuk menyegerakan apa yang Engkau tunda dan menunda apa yang telah Engkau segerakan.



 


Diantara rimbunnya pepohonan Kota Bogor

26/1/1433

 


Mentari pagi

Posted by Tomi Ramadona on December 20, 2011 at 11:20 PM Comments comments (3)


Duhai,,mentari pagi,,

Mengapa engkau terlihat lesu,,,

Masihkah engkau ingat sebuah senyuman mu,,,

Yang mampu menghangatkan seluruh jagat,,,

 

Duhai..,awan bulan dan bintang yang berarak,,jagalah sang mentari,,temani dia..

Hingga ia bisa tersenyum saat kelam malam datang?

Karena Rabb memberikan cobaan pada yang mampu..

Ku tahu ia bisa dalam kesyukuran,,,

Bukankah menyinari adalah satu ibadah,,,hai mentari,,

Maka sujud dalam syukurmu,,,semoga dirahmati?

 

Kali ini aku ingin bertanya?

Nikmat yang mana kah yang di dustakan,,,

Nafas yang terhembus,,,mata yang mampu berbicara..

Hati yang mampu merasa,,,

Kesyahduan yang datang disetiap tetes air mata penuh pengharapan,,,

Manusia hanyalah seseorang yang hanya bisa berharap,,

Namun Allah jua lah yang memutuskan?

Maka bersyukurlah,,,

 

Hai mentari,,,tugas kita adalah berusaha,menjadi lebih baik..

Karena dengan itu kita menemukan

dan belajar serta memahami apa makna kehidupan dan persahabatn,,

Tak ada gading yang tak retak..

Langkah kaki kita membangun diri,,dan tempat ini menjadi saksi,,

Usah engkau hirau yang lain dengan gundah gulana,,

Teman sejati bila tertakdir akan datang menemani,,,

 

Karyamu adalah semangat bagi yang lain,,,

Sinarmu adalah pengharapan bagi orang lain,,,

Hati yang beku hanya akan membuatmu redup,,

Maka tersenyumlah,,,


Karena 

Allah akan memberikan pelangi disetiap badai,,

Senyum disetiap air mata,,

Berkah disetiap cobaan,,

Dan jawaban disetiap doa..

 


*Pelaut yang ulung tidak terlahir di laut yang tenang...

semoga Allah melindungi kita semua...




From : y.v.


Conclusion...

Posted by Tomi Ramadona on December 13, 2011 at 5:05 PM Comments comments (1)




Bukankah sedari dulu telah tersampaikan, 

filosofi "dijalanan setapak berkabut"

akan datang gelombang menghadang

setelah riak dan ombak terlewati

lalu, pantaskah kini..

ketika tersungkur dihantam gelombang..

hanya pasrah oleh keadaan..

dan meratapi setiap kegagalan dan ketidakberdayaan!.


Maka saksikanlah wahai masa depan!

bahwa kini kami telah berdiri

dan siap menjalani episode berikutnya

memulai dari "nol kilometer"

"untuk sang mentari esok"

karena ini bukan hanya sebatas harapan

atau seutas angan-angan 

melainkan "tentang sebuah mimpi".


Seperti dalam mozaik kehidupan digambarkan:

Aku ingin hidup mendaki puncak tantangan,

menerjang batu granit kesulitan,

menggoda marabahaya,

dan memecahkan misteri dengan sains.

Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman

lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup

yang ujung nya tak dapat disangka.

Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain

seperti benturan molekul uranium.

meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat,mengganda, berkembang, terurai,

dan berpencar kearah yang mengejutkan.

Aku ingin ketempat-tempat yang jauh,

menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing.

aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang.

aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin.

Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan.

Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!.

 

Karena beginilah "jalan kehidupan"

jalan hidup yang ku fahami,

Man Sara ala Darbi Washala

Sehingga pada "Akhirnya semua adalah pilihan".




Bogor, 19/1/1433

Dalam suatu perenungan dipagi hari



Akhirnya semua adalah pilihan

Posted by Tomi Ramadona on December 11, 2011 at 6:30 PM Comments comments (1)

 

 


Ya..Rabb,

ku sadar berbagai cobaan yg datang

bukan hanya sebatas ujian dari-Mu

melainkan juga sebuah teguran

akibat dosa dan kesalahan yang ku lakukan

maka pantaslah ini sebagai hukuman.


Kali ini,

Biarlah seluruh dunia pergi

dan semua orang turut menjauh

sampai tiada yg tersisa...

tapi jangan Engkau juga ikut menjauh

sebab tiada lagi arti setiap daya ini

tiada berguna lagi harapan ini.

 

Sungguh diri ini tiada berharap belas kasih dari manusia

hanya kasih sayang-Mu yang ku inginkan.

maka terangilah jalan hidupku

dengan cahaya kasih-Mu.

 

Kalaupun pada akhirnya,

mereka tidak mau mengerti lagi

arti sebuah persahabatan yang diberi

biarlah Engkau yang menjadi saksi

karena sungguh Engkaulah yang lebih tahu

bahwa diri ini hanyalah manusia biasa

yang dipenuhi salah dan dosa.

 

"Ketika hatiku membeku dan menyempit semua jalan bagiku,

akan ku jadikan harapanku sebagai tangga untuk menuju ampunan-Mu".

 


Bogor, 17/1/1433

Dalam suatu perenungan di pagi hari


nol kilometer

Posted by Tomi Ramadona on November 14, 2011 at 5:00 PM Comments comments (6)



Duhai Tuhanku,

betapa sempurnanya ujian kali ini..

disaat semua kerumitan datang bersamaan

hanya syukur dari ku pada kesabaran yang Engkau titipkan

untuk keluargaku dan semua yang telah berbagi.

Kami ikhlaskan setiap ketetapan-Mu

karena kami yakin,

begitu rapuh diri ini, tanpa perhatian dari-Mu

Wahai Zat yang Maha Mengetahui..


Kami sadar,

kepemilikan ini hanyalah sebatas penisbatan

bukanlah sesuatu yang mutlak

akan terlepas dari genggaman, terurai dari ikatan

sungguh datang dari-Mu akan kembali kepada-Mu

Tapi kami yakin,,

Rahmat dari-Mu bukan hanya sebatas materi

masih ada kerabat dan kawan-kawan,

tetangga dan masyarakat yang baik hati,

serta saudara-saudari kami yang dekat maupun jauh

dengan doa tulus ikhlasnya memahami.

Maka wahai Tuhanku..

jaga dan lindungilah mereka

cintai dengan limpahan kasih sayang -Mu

karena sungguh merekalah yang Engkau turunkan

menjadi bagian rahmat dalam kehidupan kami.


Dari titik ini kami melangkah..

menelusuri jalanan setapak berkabut

menjalani setiap hikmah kehidupan.

kini..

perlahan, janji-Mu mulai bersinar

setelah kesulitan akan datang kemudahan

dan sungguh benar, rezeki dan semua kesulitan yang ada

telah Engkau atur lengkap dengan jalan keluarnya

dan batasan waktu yang telah Engkau tetapkan.


Duhai Tuhan kami..

ajarilah kami cara bersyukur

pada semua nikmat yang Engkau anugerahkan

disetiap hembusan nafas dan waktu yang kami lalui

sehingga,

pada akhirnya kami mampu berdiri tegak dihadapan-Mu

mempertanggung-jawabkan amal hidup kami..

Sesungguhnya ini adalah malam-Mu yang telah menjelang

dan siang-Mu yang tengah berlalu

serta suara-suara dari para penyeru-Mu

maka ampunilah kami..




terimakasih telah menghadirkan kami dalam doanya


Selamat Idul Adha, Id' Qurban

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Payakumbuh, 9 Dzulhijjah 1432 H



Rss_feed

Time Like a Sword

Follow me

   
   
    

Upcoming Events

No upcoming events
    Other Links 

Testimonials

  • "Please, give feedback on my site :)"
    Tomi R.
    Site Owner

Space Advertisement